Jumat, 20 Januari 2012

KESETIAAN ITU BERNAMA PUISI

Hadi Napster
http://sastra-indonesia.com/

PUISI–sebuah kata yang lahir dari persetubuhan tiga huruf vokal dan dua huruf konsonan ini, sejatinya memang serupa misteri. Ya, misteri yang tak pernah lelah menyusuri peradaban, membelah lautan-daratan, menghitung dusta pun kebajikan. Misteri yang tidak saja merasuki nurani dan majemuknya pikiran para ilmuwan serta pakar ternama, melainkan juga menusuk relung kaum awam yang cukup bangga memiliki otak sederhana. Misteri yang tidak hanya dibicarakan secara lisan atau tertulis dalam buku yang tak terhitung lagi jumlahnya, tetapi lebih dari itu, puisi ialah pencatat abadi setiap lekuk-bentuk kehidupan–hingga kematian.

PUISI–yang oleh berbagai pendapat dikatakan berasal dari bahasa Yunani (poietes, poieo, poio, poeo) dan bahasa Latin (poeta), yang artinya: pembangun, pembentuk, pembuat; membangun, menyebabkan, menimbulkan; menyair. Yang oleh pendapat lainnya dikatakan berasal dari bahasa Gerik (poet), yang berarti: orang yang mencipta melalui imajinasinya; orang yang hampir menyerupai dewa-dewa atau orang yang amat suka kepada dewa-dewa; orang suci; negarawan; filsuf; guru; orang yang mempunyai penglihatan tajam; orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.

PUISI–yang dalam berbagai pengertian tradisional, wujudnya dikatakan sebagai ragam sastra jenis karangan atau gubahan bahasa yang merupakan hasil pemilahan dan pemilihan secara hemat-cermat-tepat. Yang ditentukan dengan seksama masalah rima, irama, matra, kata-kata kiasan, serta segala tata-puitika di dalamnya. Yang dimaksudkan untuk mempertajam alam pikir serta renungan batiniah penyair dan pembacanya, sehingga setelah melalui penghayatan terhadap nilai-nilai sirat maknanya, seseorang akan menemukan aura kebaharuan dalam bentuk sinergi positif sebagai bagian dari tujuannya.

PUISI–demikianlah misteri atas namanya. Yang meski hanya berdiri dalam satu kata dengan pilar lima aksara, namun telah digolongkan dan dikelompokkan beragam-bermacam jenis dan rupanya. Pula anggapan, tanggapan, persetujuan hingga sanggahan terhadapnya, tak akan terbilang lagi banyaknya. Karena puisi tak pernah diam, tak sekali pun padam, apalagi terbenam. Puisi selalu hidup, bergerak dan berjalan, mengikuti arus yang membawanya. Sehingga tidaklah menjadi masalah jika orang-orang menuliskannya dengan apa, seperti apa, dan bagaimana. Lantaran puisi hakikatnya serupa bayu, mendesau, mendatangi segala penjuru yang memanggil-melambai hembusnya. Namun puisi hakikatnya juga adalah air, menggenang, meriak, mengalir dengan pasti, menuju muara yang satu-padu.

PUISI–dalam kelahirannya selalu mempersyaratkan proses kreatif. Ya, proses di mana kepiawaian seorang penyair akan diuji oleh sekelumit persoalan teknis dan non teknis. Proses yang kelak menjadi penentu layak atau tidaknya sebuah puisi disebut “puisi”. Proses yang akan menjejali segala bentuk masalah menyangkut pilihan diksi, imaji, gaya bahasa, berikut rima dan irama. Proses peleburan aspek semantik-estetik di mana kata ditata, makna dibina, keindahan dilukiskan, serta merdu bunyi nyanyikan. Proses yang juga menjadi tempat menumpahkan segala tawa-tangis, rindu-dendam, gurau-risau, hingga hidup-mati.

PUISI–khazanah sastra yang senantiasa menuntut janji untuk menjaga, membina, mengharumkan, dan melestarikannya. Karena puisi adalah salah satu sajian ternikmat di atas panggung kesenian. Dengan berjuta nuansa, dengan rupa-rupa lakuan, dalam kemanunggalan, dalam kolaborasi, mulai dari atmosfer gelap-lindap hingga pijar terang-cemerlang, puisi telah menjadi aruh kerinduan yang menunggu khidmat kehadiran. Dengan segala dinamikanya, puisi selalu bermain, berlari, berbicara tak henti, bercerita dari hati ke hati, dengan sepenuh hati, dengan sangat hati-hati, mendatangi hati siapa saja yang memiliki hati. Puisi akan terus bersorak, berjingkrak, mengajak jejak-jejak ke alam damai-permai yang lelap-nyenyak.

PUISI–apapun bentuk dan jenisnya, merupakan kesaksian abadi penyairnya. Lewat ungkapan yang singkat, padat, padu, efektif, intensif, dan sugestif, puisi adalah catatan perjalanan hidup yang tidak hanya senang berseni, bernyanyi, dan menari. Tetapi puisi adalah perjuangan untuk kebenaran, keadilan, kemaslahatan, dan kemuliaan, yang bermula dari bilik kamar hingga ke atas mimbar. Puisi bukan sekedar pipa untuk menyalurkan makna dari tiap kata yang ada dalam tubuhnya, lebih dari itu puisi adalah potret, refleksi, rekaman detail-detail penuh arti, serta museum bagi norma-norma dan tradisi.

PUISI–adalah kesempurnaan segala rasa yang tertuang dari jiwa dan logika. Sebab puisi merupakan indera ke-enam dari seorang manusia, yang mana indera tersebut adalah hasil peleburan dari lima indera yang telah ada. Lantas, masih adakah yang bertanya; mengapa dan untuk apa menulis puisi? Atau masih adakah yang akan menganggap bahwa puisi hanya kerjaan orang-orang yang gemar berkhayal, berangan-angan, berimajinasi, atau berilusi? Jika masih ada, maka akhirnya harus ditegaskan bahwa puisi adalah panggilan hati untuk hidup dan kehidupan. Puisi akan terus tegak berdiri, mendenyutkan nadi, mendetakkan jantung, menghela nafas, membangun peradaban. Puisi akan tetap menjadi telaga, tempat menyauk makna kala dahaga, menjadi cerlang dalam perjalanan berkabut-asap, serta menjadi temali kasih antar manusia dengan manusia, juga manusia dengan pencipta. Demikianlah, puisi adalah sempurnanya sebuah kesetiaan, sebagaimana bumi yang tak pernah bosan mengitari matahari.

Yogyakarta, Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir