Nirwan Ahmad Arsuka
Kompas, 5 Juni 2020
Tak terhindarkan: agama yang yakin sebagai pengetahuan
yang diturunkan langsung oleh Tuhan pantas mengangkat diri jadi pengetahuan
paling luhur, agung, lengkap dan sempurna. Kaum agamawan, dengan niat mulia,
kerap menilai pengetahuan rasional yang sekuler itu sebagai pengetahuan yang
rendah, kasar, tak lengkap, dan berbahaya. Mereka yang mengamalkannya harus
dikoreksi dan diselamatkan jiwanya. Keluhan Galileo Galilei di ruang tahanannya
dan rintihan Giordano Bruno di api unggunnya, tentu masih bisa kita dengar di
abad ini.