Marsus Banjarbarat *
Riau Pos, 20 Jan 2013
‘’Koran tanpa sastra adalah barbar,’’ begitulah kata seorang teman suatu ketika saat saya duduk, ngopi bersama di warung kopi.
Sebagai orang awam yang baru belajar sastra (cerpen dan puisi), tentu saya merasa penasaran. Tidak hanya itu, tapi juga ada rasa keingintahuan maksud dari pendapat itu. Sebab kalau kita baca beberapa media (koran) akhir-akhir iniyang sebelumnya memuat rubrik sastra dan budaya, sekarang sudah tidak ada. Artinya ruang sastra di media semakin hari sudah semakin sempit.
Riau Pos, 20 Jan 2013
‘’Koran tanpa sastra adalah barbar,’’ begitulah kata seorang teman suatu ketika saat saya duduk, ngopi bersama di warung kopi.
Sebagai orang awam yang baru belajar sastra (cerpen dan puisi), tentu saya merasa penasaran. Tidak hanya itu, tapi juga ada rasa keingintahuan maksud dari pendapat itu. Sebab kalau kita baca beberapa media (koran) akhir-akhir iniyang sebelumnya memuat rubrik sastra dan budaya, sekarang sudah tidak ada. Artinya ruang sastra di media semakin hari sudah semakin sempit.