Senin, 19 Agustus 2019

Saja-Sajak Taufiq Wr. Hidayat

Laki-laki yang Menunggu Itu

Laki-laki yang menunggu itu,
duduk dengan bahu melengkung.
Diam, musykil
dan berat.

Di tepi muara,
matanya lembah setelah hujan.
Air menenggelamkan kecemasan yang gelap.
Perahu menepi,
melepaskan lelah yang kosong.
Angin juga kandas di tepi alismu.
Segala yang lalu,
tak menderu. Segala yang riuh,
tak berparuh.

Leki-laki yang menunggu itu,
diam-diam tatapannya terbenam.
Matanya redup, teduh
dan malam.
Di antara sepatu lusuh,
jaket hitam, topi hitam,
gedung-gedung peninggalan Belanda.

Lak-laki yang menunggu itu,
menghisap jarum-jarum arloji
dalam nafasnya yang sunyi.

Banyuwangi, 2009
***



Dalam Darahku

yang mengalir dalam darahku
langit pucat, rembulan macet.
Diam-diam gerombolan hantu
menyelinap di rimbun malam,
akan menikamkan petaka
ketika kita lengah.
Malam dan seterunya,
kecemasan yang mengendap di bawah dipan,
menggambar anggur dan roti,
yang mengalir dalam lapar kita.
Mendung berarak di atap-atap kota,
mengubur bayang-bayang kereta.
Yang meratap di alis jendela,
mengalir dalam darahku.

Banyuwangi, 2009
***



Riwayat Sempi

orang-orang berjalan pelan
pada jalanmu yang menurun tajam
setiap malam yang tak kehilangan mimpi
pada ranjang tua
di kala ibu bapakmu masih remaja

terminal bis, televisi hitam putih
dan masa lalu yang kusam
mengendap pada jantung deru
saat anak-anakmu telah tumbuh
menjual sawah dan mendirikan bengkel

Sempi, pusat perutmu menggerutu selalu
bercerita remaja-remaja
yang pernah ada

2009

Catatan:

Sempi adalah nama sebuah desa/dusun di tepi jalan raya yang terletak di Kec. Rogojampi Kab. Banyuwangi
***



Sungai Bakungan

di cericik air mengalir
kau besarkan anak cucumu
wangi perawan dan koko ayam pagi hari
bunga kangkung dan kembang turi
jhangan kelor dan Seblang yang sunyi dalam tari

sungai-sungaimu mendesah
sampai hari tak berlari

rumah tua kolam ikan
batu-batu hitam di sungaimu
menggambar tatapan kecil di jendela
pada malam yang mengembun setelah hujan
angin mendesahi lampu-lampu remangmu

stasiun kereta di ujung jalan
menjelma bunga penitian
orang-orang tidak pernah lelah
bertamasya pada puncak cakrawalamu

tercium olehku, bila saja udara tak menyibak bajumu
Bakungan yang selalu menderu
pada tiap tikungan waktu
dan jalanan para perayu

kunang-kunang pada sawah-sawahmu
mengudara di pucuk-pucuk padi
harum malam yang pertama
segala tari melelapkan impian dunia
di pipi jingga dan air mata

Banyuwangi, 2009

Catatan:

1. Bakungan = adalah nama sebuah desa di Kec. Banyuwangi Kab. Banyuwangi. Desa ini terkenal sebagai desa yang setiap tahun pada musim panen, masyarakatnya menyelenggarakan ritual Tari Seblang, yakni tari penutupan pada tarian Gandrung. Penari Seblang adalah seorang perawan (tua atau muda), yakni seorang perempuan yang benar-benar dijamin keperawanannya. Dia menari dalam keadaan tidak sadar (trance). Tarian ini merupakan sebentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan hasil-hasil pertanian.
2. Jhangan Kelor = adalah kuah lezat yang terbuat dari bahan daun kelor. Daun kelor ini, di tempat lain selain di Banyuwangi digunakan orang untuk makanan babi, tapi di Banyuwangi dimanfatkan oleh masyarakat sebagai masakan yang enak dan nikmat. Biasanya kuah kelor ini dimakan bersama nasi jagung, sambal terasi, dan ikan kering dalam kondisi yang masih panas.
***



Pulau Merah

kadang-kadang jutaan kunang
bertaburan di kaki laut dengan hamparan sawah
menyeret penghambaan
dari kaki Tumpangpitu hingga Rajegwesi
dari desah pantai Pancer hingga aroma ikan pelabuhan Muncar
anak-anak berlari memburu belalang
dan malam diam-diam
merahasiakan kabut dari wajahmu
orang-orang asing mendarat dengan bis kota
yang tak mungkin menjangkau kakimu
tapi mereka melata
melingkar pada pinggang bukitmu
memburu emas
dan menabur racun pada mata airmu

2009

Catatan:

1. Pulau Merah adalah nama sebuah pantai yang terletak di Pancer, yakni sebuah daerah pantai yang di sana terdapat bukit Tumpangpitu yang kini ditambang emasnya oleh PT. IMN.
2. Rajegwesi adalah pantai sepanjang garis Pulau Merah ke arah timur. Rajegwesi adalah nama sebuah pantai di bagian selatan Banyuwangi di Kec. Pesanggaran, Kab. Banyuwangi, yang di tepian pantai Rajegwesi tersebut, terdapat hamparan pasir putih, batu laut (padas), karang yang besar-besar dengan ombak Pantai Laut Selatan yang menggelung dengan ganas, ombak laut Rajegwesi di sepanjang Pantai Laut Selatan Kab. Banyuwangi, terkenal sebagai ombak terbesar di seluruh dunia, kemudian Hawaii, Amerika Serikat. Pantai Rajegwesi adalah sebuah pantai yang sangat indah yang diapit dua taman marga satwa, yakni Merubetiri dan Alas Purwo yang terkenal di dunia. Di sepanjang helai pantai dari Merubetiri ke Rajegwesi sampai ke Alas Purwo, dihuni oleh satwa khas yang terlangka di dunia, yakni penyu. Keindahan dan kemolekan Rajegwesi dan sekitarnya, kelak akan musnah bila penambangan emas di gunung Tumpang Pitu tetap dilaksanakan, penyu-penyu itu akan mati, ikan-ikan pun akan mati, keindahan akan tertinggal di dalam impian.
3. Muncar adalah pelabuhan ikan yang merupakan salah satu di antara pelabuhan terbesar di Indonesia sebagai pelabuhan penghasil ikan, termasuk juga salah satu pelabuhan ikan terbesar di Asia.
***

http://lembarankebudayaanbanyuwangi.blogspot.com/2009/07/soliloqui-fatah-yasin-noor.html

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir