Selasa, 18 Juni 2013

Menjadi Arsitek: Cita-cita Anakku!

H. Supriono Muslich *
http://sastra-indonesia.com

Aku masih teringat, subuh 22 November 2003 ialah saat-saat membahagiakanku sekeluarga. Seorang anak laki-laki telah lahir, setelah empat anak perempuan dikaruniakan Allah SWT padaku. Anak itu kuberi nama, Muhammad Hasan. Aku berharap, dia bisa jadi anak sholeh yang meneladani Rasulullah SAW, baik di mata manusia maupun Tuhan-Nya.

Hasan tumbuh jadi anak yang memberi kesan berbeda dalam hidupku, karena pertama kalinya aku mendidik anak lelaki. Perasaan senang dan antusias, kala mendidiknya bercampur nikmat Allah yang tak terganti. Saudara dan tetangga, banyak yang menggoda. Mereka mengatakan, aku tak lagi menjadi orang tertampan dalam keluargaku, sejak kehadirannya. Itu bukan masalah, justru merasa lengkap punya teman untuk berangkat sholat berjamaah di masjid.

Si kecil satu ini pendiam dan sedikit pemalu. Kadang keluarga kami agak khawatir, pada karakternya yang pendiam. Aku berusaha menyadarkannya, bahwa setiap anak, istimewa. Mereka punya potensi dan kelemahan yang harus diarahkan sesuai fitrahnya. Karena sifatnya, si bungsu agak sulit bergaul dengan teman-temannya. Alih-alih pulang sekolah pergi bermain, anakku malah suka main sendiri di rumah. Anehnya, termasuk anak yang jarang minta dibelikan mainan. Koleksi mainannya pun tak banyak.

Lalu, dia main apa di rumah? Mainan bongkar pasang. Yang kumaksud, bukan bongkar pasang lazimnya dibeli di toko mainan, tapi berbagai barang di rumah; misalnya kardus susu, kaleng, dan lainnya, disusun jadi aneka rupa hasil karya. Sampai sering perabot rumah berantakan, barang-barang tak pada tempatnya, karena ulahnya yang suka “pinjam” barang untuk dijadikan mainan.

Di usia tiga tahun, suatu kali Hasan berlari-lari kegirangan menuju arahku, sambil menunjukkan hasil karya mainan bongkar pasang, yang disusun menyerupai gedung. Kala itu, kakak-kakaknya sering bilang, “Hasan, kalau sudah besar mau jadi arsitek ya?”. Hasan kala itu belum mengerti arti kata arsitek, cuma tertawa-tawa, karena semua orang di rumah memperhatikannya. Duh Gusti Allah, bahagianya melihat anakku girang kala itu.

Saat usianya beranjak masuk TK, Hasan kembali membuatku terkejut bercampur bahagia. Kala aku menjemputnya pulang sekolah, dengan bangga dia menunjukkan prakarya gambarnya. “Bapak, ini rumah dan toko kita nanti di masa depan” kata Hasan riang. Aku perhatikan seksama gambarnya, sebuah rumah memanjang terbagi dua, sebelah kiri tokoku, kanannya rumahku. Tak lupa dia buat persegi panjang di tokonya, yang tertulis Mapan Jaya. “Papan nama itu aku buat besar, karena itu doa Hasan, supaya toko bapak tambah buesar…” katanya riang. “Amin” ucapku.

Ku pangku peluk dia, lantas bertanya.“Hasan, terus ini kok ada gambar tujuh orang tersenyum di depan rumah?” tanyaku heran sambil kerutkan dahi. “Itu gambar bapak, ibu, Mbak Prima, Mbak Lida, Mbak Alfi, Mbak Rofi sama aku” celotehnya lucu.

“O, lho terus kok di gambar itu, kita semua tersenyum?” tanyaku lagi. “Soalnya, Hasan pingin keluarga kita bahagia terus bapak” jawabnya polos.

Aku tersenyum mendengar jawabannya. Ku peluk dirinya, lalu kubisikkan sebuah janji di hati, “bapak akan berusaha nak, bekerja keras untuk mewujudkan cita-citamu, membuat seluruh anggota keluarga kita tersenyum bahagia.”

Ku lepas pelukanku, kemudian berjalan menggandengnya pulang. Aku menanyakan, hal yang sering ku ulang-ulang padanya. “Hasan, kalau sudah besar mau jadi apa?” “Mau jadi arsitek” jawabnya riang.
***

Kala itu, kulihat Hasan sedang asyik menulis di bukunya. Ya, sejak mulai bisa baca dan menulis kata “arsitek”, tak pernah lepas dari cita-citanya. Seringkali aku dan istriku menggodanya, tapi dia tetap konsisten dengan kemauannya.

“Hasan, kalau besar jadi dokter ya?” goda istriku. “Enggak bu, aku itu kalau besar mau jadi arsitek” jawabnya tanpa ragu. “Memang kenapa ingin sekali jadi arsitek?” tanyaku. “Soalnya aku pingin bisa bikin gedung dan jalan raya nanti, kalau sudah besar” jawabnya polos. “Amin” doaku dan istriku kompak. “Terus kalau Hasan mau jadi arsitek, caranya gimana?” tanya istriku. “Ehmmm, rajin sholat, belajar menggambar, juga sayang bapak dan ibu, Mbak Prima, Mbak Lida, Mbak Alfi dan Mbak Rofi.” “Mbah Jae dan Hummy disayang juga nggak?” tanya istriku. “Mbah Jae asisten rumah tangga, dan Hummy, kucing kesayangan Hasan. Dan Hasan pingin semua orang bahagia, karena Hasan. Nanti, kalau sudah jadi arsitek yang hebat, mau membangun jalan tol, mall, dan rumah untuk orang-orang miskin yang tak punya tempat tinggal.” “Amin Nak”, doaku dan istriku.

“Bapak bangga dengan cita-citamu yang mulia itu, begitu juga ibu dan kakak-kakakmu. Karenanya, bapak selalu mendukung, agar kamu dapat meraih harapanmu” kataku. “Makasih pak, ibu, hehehe…” jawabnya, sambil tertawa riang.

Ku usap rambut Hasan, kucium keningnya, kupeluk badan kecilnya, dan hatiku memunajat: “Ya Allah, limpakahkan ridho-Mu, dan tunjukkanlah jalan yang terbaik untuk anakku, agar dapat meraih cita-citanya, Amin.”
***

*) H. Supriono Muslich, adalah Wali dari Ananda Muhammad Hasan (siswa kelas 3-Umar). Alamat sekarang di Jl. Letjend Suprapto No.101, toko bangunan “Mapan Jaya” Pasar Pon. Penulis adalah suami dari Hj. Kulsum Astutik.
Dijumput dari:  http://sastra-indonesia.com/2013/06/menjadi-arsitek-cita-cita-anakku/

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir