Selasa, 19 Juli 2011

Jurnal Kembang Kemuning: Menumbuh-Kembangkan Sastra Buruh Migran

JJ. Kusni
http://groups.yahoo.com/

Komunitas Perantau Nusantara [KPN] Hong Kong, yang kalau tidak salah, anggota-anggotanya terutama terdiri dari Tenaga Kerja Wanita [TKW] dalam surat siarannya di milis buruh-migran@yahoogroups.com [05 Maret 2005] dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April mendatang bermaksud menyelenggarakan lomba menulis puisi di kalangan buruh migran Indonesia. Surat siaran KPN itu menunjukkan bahwa "Tujuan utama yang hendak dicapai melalui lomba ini adalah :1) mengupayakan lahirnya penulis puisi dari kalangan pekerja migran Indonesia.2) memacu semangat para Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong dalam kecintaan mereka terhadap sastra". Lebih lanjut disebutkan bahwa "Lomba ini dimaksudkan sebagai wahana untuk menjaring para Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong yang mempunyai interest pada puisi dan dunia sastra pada umumnya. Peserta lomba boleh menulis puisi dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris". Kemudian "Dari seluruh peserta lomba akan dipilih 20 puisi yang terbaik (10 puisi berbahasa Indonesia dan 10 puisi berbahasa Inggris).Keduapuluh puisi tersebut akan diterbitkan dalam bentuk buletin dan pemenang akan memperoleh sertifikat dan hadiah berupa buku kumpulan puisi karya penyair Indonesia". "Top ten" [peringkat 10 terbaik] pemenang lomba ini akan diumumkan pada 17 April 2005, di acara peringatan hari Kartini yang akan diadakan oleh IMWU dan KOTHIHO di lapangan Victoria Park V Hong Kong, sedangkan sanjak yang menduduki nilai peringkat pertama akan dibacakan di acara tsb. Untuk bisa mengikuti lomba menulis puisi ini ditetapkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

"1) Pekerja Migran Indonesia tanpa batas usia, lelaki dan perempuan.
2) Menuliskan Biodata disertai No ID HK dan nomor telpon.
3) mengirimkan satu buah puisi (berbahasa Indonesia atau Inggris) sebelum tanggal 3 April 2005.
4) tema puisi adalah "Mari Mengumpat"¨ Sebuah tema yang dipilih untuk mengungkapkan keluh-kesah, perasaan dan segala macam fenomena yang terjadi dan dialami oleh Pekerja Migran Indonesia di Hongkong. Puisi dikirimkan ke perantau_nusantara@... Atau via post(boleh ditulis tangan) dialamatkan: Komunitas Perantau Nusantara. 406 Rear blok 13/F .Desvoex Road West V HK".

Yang menarik, karena sangat langka terjadi di negeri kita, bahwa Deputi Bidang Peranserta Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan secara khusus menulis kata sambutan yang ditandatangani oleh Abdul Azis Hoesein, terhadap kegiatan yang diorganisasi oleh KPN ini. "[...] sepanjang sejarah yang saya ketahui baru kali ini ada lomba menulis puisi yang pesertanya dikhususkan bagi para pekerja migran Indonesia", ujar Abdul Azis Hoesein dalam Surat Sambutannya tertanda Jakarta 7 Maret 2005, yang selanjutnya juga menulis:

"Saya sangat menghargai gagasan menyelenggarakan lomba menulis puisi ini karena selain mengupayakan lahirnya penulis puisi dari kalangan pekerja migran Indonesia, juga memacu semangat para pekerja migran Indonesia di Hongkong dalam kecintaan mereka terhadap sastra.

Saya sudah membaca sajak-sajak yang dibuat oleh salah seorang buruh migran di Hongkong yang sangat menyentuh, menggambarkan bukan hanya kekangenan kepada keluarganya di tanah air, tetapi juga semangat perlawanan kepada ketidak adilan dan solidaritasnya yang tinggi kepada sesama pekerja migran yang menderita dan bermasalah.

Puisi yang bagus membangkitkan kekaguman, pengertian, solidaritas, dan dukungan kepada penulisnya. Sehingga dalam kasus buruh migran Indonesia, puisi yang bagus dapat membentuk opini dan keberpihakan yang jujur kepada buruh migran kita.

Saya mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Lomba ini dan berharap segenap buruh migran Indonesia di Hongkong memanfaatkan kesempatan baik ini untuk menunjukkan eksistensinya dan kemampuannya dalam menulis puisi".

dan sekaligus menyampaikan "apresiasi yang tinggi" kepada "Komunitas Perantau Nusantara yang menjadi organizer lomba ini".

Apresiasi dan sambutan hangat dari Abdul Azis Hoesein atas nama Deputi Bidang Peranserta Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan ini barangkali akan lebih nyata dan bermanfaat lagi apabila pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan mengambil prakarsa untuk menerbitkan antologi puisi karya-karya buruh migran ini. Tentu saja akan lebih baik jika yang diterbitkan itu, jika pihak "Kementerian" sepakat dengan usul ini, bukan hanya karya-karya hasil lomba, tetapi juga termasuk karya-karya buruh migran yang selama ini tersebar dalam berbagai milis seperti "sastra_tki", "buruh-migran", penerbitan-penerbitan seperti yang ada di Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan atau pun Jepang, dan lain-lain.... Hasil lomba bisa dijadikan bagian tersendiri pada antologi tersebut. Dengan demikian, maka melalui antologi tersebut, relatif tercermin berbagai segi permasalahan, keadaan dan harapan para buruh migran kita. Apabila usul ini diterima maka sejarah akan mencatat bahwa pihak "Kementerian" turut menumbuhkembangkan sastra di kalangan buruh migran, menampilkan penulis-penulis dari kalangan buruh migran, turut memperluas konsumen dan kreator sastra.

Metode begini sebenarnya telah diterapkan oleh Jean-Malourie,antropolog Perancis ahli tentang komunitas-komunitas di Kutub Utara melalui Edisi Terre Humaine-nya yang sangat dihargai oleh para ilmuwan sosial dan masyarakat Perancis. Edisi Terre Humaine yang luks ini, ditulis sendiri oleh yang terkait dan tentu saja kemudian diedit oleh pihak editor Terre Humaine sebelum diterbitkan. Buruh menulis pengalaman mereka sendiri memang pernah didorong oleh organisasi buruh SOBSI dan Sarbupri pada zaman pemerintahan Soekarno, dan untuk kalangan tani di Jawa Tengah pernah dikembangkan oleh Lekra. Sayangnya usaha ini terpotong oleh meletusnya Tragedi Nasional September 1965.

Jika pihak "Kementerian" sepakat dengan usul ini, maka pihak "Kementerian" secara langsung menarik perhatian pihak-pihak lebih luas kepada penumbuhkembangan sastra TKI yang hanya menambah ragam warna dan kekayaan sastra nasional. Tentu saja sastra TKI untuk bisa disebut sebagai "genre" atau arus tersendiri masih perlu menapak jalan panjang. Yang ada sekarang masih pada tingkat janin atau embrio. Tapi mengapa janin ini tidak dipelihara dan dikembangtumbuhkan? Lomba penulisan puisi yang diorganisasi oleh KPN hanyalah salah satu cara menumbuhkembangkan janin ini dan banyak cara lain, antara lain uluran tangan dari pihak "Kementerian".

Hal lain yang ingin pula saya catat di sini adalah tema yang dipilih oleh KPN dalam lomba penulisan yaitu "Mari Mengumpat". Kalau pemahaman saya benar "Mengumpat" dalam bahasa Indonesia berarti padanan dari kata "memaki". Mengapa mengajak orang memaki-maki. Apakah "mengumpat" merupakan suatu budaya yang ingin dikembangkan oleh KPN? Saya sulit memahami alasan untuk membudayakan umpatan karena saya lebih cenderung bagaimana kita bertarung memanusiawikan diri, kehidupan dan masyarakat. Kaum buruh memang mempunyai dasar sosial dan ekonomi srta politik untuk bertarung gigih tapi saya kira akan kurang kena jika memadankan kekerasan dan keteguhan bertarung dengan umpatan. Saya sendiri tidak memandang mengumpat dan atau memaki-maki sebagai kekuatan. Seperti kata Lu Sin, pengarang Tiongkok pada tahun 1930an, maki-maki bukan tanda kekuatan tapi justru bukti kelemahan. Dalam kelemahan ini termasuk frustasi, kebuntuan mencari jalan keluar, dan kekosongan wacana.

Pendapat-pendapat ini saya tuliskan sebagai tanda penghargaan saya atas prakarsa KPN yang berniat menumbuhkembangkan sastra di kalangan buruh migran Indonesia.

Paris, Maret 2005.
Sumber: http://groups.yahoo.com/group/Komunitas_Papua/message/3126

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir