Jumat, 21 Januari 2011

Transparansi Dewan Kesenian

Siti Sa’adah
Jurnal Jombangana, Nov 2010

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto (DKKM) Drs. Eko Edy Susanto, M.Si. atau yang akrab dipanggil Cak Edy Karya Saat ditemui pada hari Selasa, 16 November 2010 di kantornya, Dinas P dan K Kabupaten Mojokerto di Jl PB. Sudirman No. 40, sangat antusias atas terbentuknya Dewan Kesenian Jombang (Dekajo) yang telah dikukuhkan kepengurusannya pada 25 Februari 2010 lalu. Menurutnya kalau banyak dewan kesenian yang tumbuh, kesenian terutama di Jawa Timur akan berkembang dengan baik. Diharapkan keberadaan dewan kesenian tidak membunuh tetapi membangkitkan atau mengorbitkan grup seni yang ada. Misalkan saat mengirim perwakilan ke luar daerah, jangan sampai hanya memakai nama dewan kesenian, melainkan nama grup yang mewakili juga perlu ditunjukkan. Jika tidak, bisa membunuh eksistensi grup tersebut. Dengan lahirnya Dekajo diharapkan Jombang akan lebih semarak apalagi dengan anggaran dana yang cukup besar dibanding DKKM yang dipimpinnya, Dekajo 500 juta per tahun sedangkan DKKM 75 juta per tahun. Terlebih jika melihat ketua Dekajo adalah Pak Agus Riadi yang seorang ketua Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), hal ini memungkinkan jadi tumpuan harapan paling tidak oleh pengurus Dekajo.

Saat ditanya mengenai latar belakang ketua Dekajo yang tidak sama dengan seniman-seniman yang dinaunginya, apakah tidak menjadi semacam kendala? Cak Edy yang juga pimpinan grup ludruk Karya Budaya Mojokerto ini menuturkan, “Kalau diambil positifnya justru posisi Pak Agus Riadi bisa menjadi jembatan antara orang-orang pemerintahan dengan seniman. Tinggal bagaimana mengoordinasikan seniman Jombang. Seniman itu macam-macam, sampai-sampai ada istilah di luar seniman itu sulit diatur, yang paling penting bagaimana cara mendekati rekan-rekan seniman. Memang memimpin dewan kesenian itu tidak hanya memerintah, perlu juga ngobrol dengan akrab, ya kalau saya biasanya ngopi bareng sehingga komunikasi menjadi lebih terbuka.” Dalam kepemimpinannya Cak Edy memang benar-benar menekankan keterbukaan dan guyub agar aspirasi semua pengurus DKKM serta seniman lain di Mojokerto bisa terserap dengan baik.

Menurutnya, potensi seni di Jombang luar biasa. Jombang punya icon Besut, Ludruk, teaternya sejak dulu mampu berbicara di tingkat nasional. Ada juga icon di seni tradisi misalkan tari remo boletan. Icon Surabaya Cak Durasim yang dari Jombang, Markeso atau Cak Nun dengan Kyai Kanjengnya. Meskipun beberapa dari mereka berkembang di luar Jombang. Untuk itu tugas Dekajo saat ini bagaimana agar potensi yang ada bisa berkembang di rumah sendiri, tentu masih banyak yang belum tergali.

Keberadaan dewan kesenian sangat penting selain sebagai penggerak dan pemberi peluang, juga sebagai pihak yang menjembatani antara seniman dan pemerintah. Menurutnya, seni bisa berkembang jika ada tiga pilar yang berjalan sebagai penyangga, pertama, seniman itu sendiri. Kalau seniman mau berkreatifitas dan bergerak maka kesenian akan bisa berkembang. Kedua, kesenian itu sendiri, apakah dimaui masyarakat atau tidak dan yang ketiga adalah pemerintah sebagai fasilitator. Jika ketiga kaki atau pilar itu bisa berjalan beriringan pasti kesenian akan berkembang dengan baik.

Menyangkut besaran dana yang dikucurkan pemerintah, bisa menunjang sukses tidaknya program dewan kesenian, namun harus dimanage dengan baik, kalau tidak dana akan korat-karit. Namun dana yang besar tidak menjadi sarana utama yang menunjang.

Mengenai anggaran dana DKKM yang jauh dibawah Dekajo yaitu 75 juta per tahun, DKKM yang terdiri dari tujuh biro yaitu biro MarKom (Marketing dan Komunikasi), musik, tari, rupa, sastra, teater dan tradisi ini melaksanakan agenda secara bergilir tiap bulannya untuk setiap biro di Festival Bulan Purnama Wringin Lawang. Namun saat setiap biro menjalankan agendanya di festival tersebut, tetap dibantu oleh anggota biro lain misalkan dalam penggalangan dana. Di sinilah peran penting biro MarKom, DKKM menjadi tidak tertinggal informasi dari luar. Hal yang patut menjadi pelajaran mengingat masih rendahnya networker kesenian di Jombang.

Agenda selain Festival Bulan Purnama yaitu Festival Bantengan. Cak Edy menuturkan untuk sementara ini hanya dua agenda itu yang diusung DKKM, namun tidak menutup kemungkinan adanya kegiatan yang bersifat partisipasi dari anggota DKKM atau seniman lain dengan pendanaan pihak yang bersangkutan. Disini tampak kerukunan dan kerja keras pengurus DKKM karena dengan dana yang minim perjuangan mereka lebih getol. Dia menyontohkan sekitar 75% pendanaan acara Festival Bulan Purnama berasal dari pihak luar atau donator. Yang unik adalah pertanggungjawaban ala takmir masjid, yaitu melaporkan penggunaan dana dari donatur dengan membacakannya satu per satu di awal acara. Untuk itu dengan dana yang lebih besar dibanding DKKM, dia berharap Dekajo bisa dengan leluasa melaksanakan program dan mampu menggali potensi dari bawah.

Saat ditanya melihat letak geografis antara Mojokerto dan Jombang apakah ada peluang untuk bekerja sama? Dia menjawab dengan mantap peluang itu sangat terbuka. DKKM dan Dekajo bisa mengadakan pentas bersama, saling tukar kesenian dan kebudayaan misalkan DKKM menampilkan pertunjukan di Jombang, begitu juga sebaliknya, atau berkolaborasi dalam menggarap pementasan.

Dalam penutup wawancara, Cak Edy menuturkan, “Kami percaya Dekajo akan sukses, karena melihat potensi yang ada di Jombang sangat bagus. Mudah-mudahan teman-teman di Jombang lebih guyub sehingga dana yang besar itu bisa lebih bermanfaat untuk perkembangan seni di Jombang.”

Selasa, 16 November 2010

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir