Jumat, 21 Januari 2011

Investasi Generasi Dan Fasilitator Ekspresi

Agus Riadi
Pewawancara: Anjrah Lelono Broto
Jurnal Jombangana, Nov 2010

Sejak dikukuhkan pada tanggal 25 Pebruari 2010 lalu oleh Bupati Jombang, Drs. Suyanto, Dewan Kesenian Jombang (Dekajo) dipercayakan kepemimpinannya kepada sosok Bapak Agus Riadi, S.Sos, M.Si. Sosok pribadi ramah kelahiran Madiun yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang ini memang dikenal memiliki antusiasme yang besar kepada geliat seni, terutama kesenian yang berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.

Tentang latar belakang, bagaimana, dan hendak dibawa ke mana Dekajo sejalan dengan visinya selaku pengemban amanat publik serta pemerintah daerah Kabupaten Jombang, berikut ini wawancara Anjrah Lelono Broto, selaku anggota Komite Sastra Dekajo, dengan Bapak Agus Riadi, S.Sos, M.Si yang mengaku sebagai penggemar novel-novel silat karya Asmaraman S. Kho Phing Ho ini:

Konon katanya dewan kesenian di Kabupaten Jombang selama beberapa waktu ini mengalami mati suri atau kalau boleh disebut vakum. Benarkah itu, Pak?

Ya, kalau ada yang mau mengatakan itu. Ya, silahkan. Meski faktanya, kalau ada yang mengatakan bahwa dewan kesenian di kabupaten Jombang itu vakum, tidak benar adanya. Memang selama ini, dewan kesenian di Kabupaten Jombang itu tidak memiliki agenda besar yang bisa menjadi tolak ukur keberadaan dewan kesenian itu sendiri. Tapi itu bukan berarti Jombang tidak memiliki dewan kesenian karena komite-komite yang ada di dalam Dewan Kesenian Jombang (sekarang disebut Dekajo, red) terus menjalankan apa yang telah tanggung jawab dalam tupoksinya.

Contohnya, Pak?

Sekian banyak geliat seni yang ada di Jombang maupun dilakukan oleh orang-orang Jombang di luar Jombang, hampir semuanya tidak lepas dari support komite-komite yang ada di dalam Dekajo. Di mana hal ini tentu saja terkait dengan seluruh stake holder yang terkait. Dalam konteks ini, tentu saja dibangun di atas spirit sinergitas antar institusi pemerintah, seperti Disporabudpar dan Diknas.

Bapak tadi menyebutkan tentang agenda besar. Apa yang Bapak maksud dengan agenda besar tersebut? Benarkah agenda besar menjadi tolak ukur keberadaan dewan kesenian di sebuah daerah?

Agenda besar, ya agenda kesenian yang besar. Agenda kesenian yang diselenggarakan oleh dewan kesenian sebuah daerah yang mengakomodir beragam cabang kesenian di daerah tersebut, bahkan seperti halnya Surabaya, bisa saja menghadirkan pelaku-pelaku seni dari luar daerah sebagai perbandingan atau pengayaan literasi. Artinya, agenda kesenian yang menyedot anggaran yang besar. Nah, tampilan ‘wah’ yang dihadirkannya inilah yang umumnya menjadi tolak ukur eksis tidaknya dewan kesenian di daerah tersebut. Padahal, kalau jujur diakui, agenda kesenian yang besar terkesan ‘wah’ di chassing luarnya saja, tentang isinya masih perlu ada studi lanjutan yang mendalam.

Mengapa sampai ada yang menyimpulkan seperti itu, Pak?

Pandangan seperti itu tidaklah lepas dari kultur yang berkembang selama ini. Hari ini kita berada dalam konstruksi masyarakat yang pragmatis, instant, dan menilai berbagai hal dari sisi luarnya semata. Ini sudah menjadi arus besar. Nilai-nilai lokal yang menjadi bagian jati diri kita sebagai manusia Indonesia, hari ini, cenderung hanya menjadi komoditi, termasuk dalam wilayah seni-budaya.

Tentang nilai-nilai lokal yang menjadi bagian jati diri kita sebagai manusia Indonesia, khususnya manusia Jombang, dimanakah posisi Dekajo?

Eksistensi Dekajo berangkat dari motivasi pemerintah daerah dan masyarakat Jombang untuk mengisi pembangunan dengan nilai-nilai budaya lokal secara komprehensif. Sebagai pribadi yang tidak lahir dan melewati masa remaja di Jombang, tahun 1975 saya masuk Jombang, saya sangat mengapresiasi karakter masyarakatnya yang menerima perbedaan dengan terbuka. Karakter seperti ini tentu saja wajib hukumnya diwariskan kepada generasi penerus. Itulah bidang garap Dekajo.

Arahnya kemana, Pak?

Strategi Dekajo, secara umum, mengarah pada (a) investasi generasi dan (b) fasilitator pengekspresian karya seni. Investasi generasi menempatkan seni sebagai media pendidikan. Toh, sejak pertama kali seorang anak menginjak bangku sekolah, TK, kesenianlah yang pertama kali mereka kenal. Melalui cabang-cabang seni yang ada ditransformasikanlah nilai-nilai moral, etika, agama, dan seterusnya, yang akan membentuk pribadi anak tersebut. Karya sastra itu menjadi salah satu media pembentuk karakter, jiwa, serta pengetahuan secara berimbang. Taruhlah Kho Phing Ho, beliau menyampaikan banyak pengetahuan, filsafat, dan lain-lain melalui karya-karyanya. Ajaran baik dan buruk tidak dihapalkan tapi dirasakan sebagaimana dalam teater. Inilah seni sebagai salah satu piranti dalam character building ‘manusia Jombang’. Saya pinjam istilahnya tadi, Mas. Sedang, fasilitator pengekspresian karya menandaskan bahwa Dekajo bukan lembaga operator kesenian dan kebudayaan di Jombang. Dekajo hanya membantu fasilitas berkesenian dan berkebudayaan seniman-seniman Jombang.

Lalu bagaimana implementasinya, Pak?

Pemda Jombang sendiri menyadari pentingnya keberadaan Dekajo mengingat Dekajo diharapkan mampu, hari ini dan seterusnya, untuk mengorganisir seniman-seniman maupun penikmat karya seni yang ada di Kabupaten Jombang. Dalam pengorganisasian seniman, yang paling mendasar dilakukan adalah pendataan, baik pribadi maupun inventarisasi karya masing-masing. Kemudian ada langkah untuk serap opini. Apa yang menjadi kebutuhan seniman dan cabang seni yang digelutinya? Kira-kira apa yang menjadi tujuan berkeseniannya? Apa kontribusinya bagi pengembangan kesenian di Jombang? Dan lain sebagainya. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Saya tidak sedang curhat. Mengapa? Karena seniman dalam perjalanan menuju katarsisnya atau spirit kesenimanannya) berpijak pada ego. Karya sastra juga diciptakan dengan ego pengarangnya, sebagaimana antologi cerpennya Nugroho, “Presiden Panji Laras”, butuh waktu lebih lama untuk memahami apa yang diceritakan. Ego Nugroho yang membuat “Presiden Panji Laras” itu ada.

Catatan:
Disarikan dari wawancara Anjrah Lelono Broto dengan Ketua Dekajo Bpk Agus Riadi, S.Sos, M.Si di kediamannya.
Hari : Sabtu, 20 Nopember 2010
Pukul : 05.30 s.d. 08.00 WIB

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir