Kamis, 07 Oktober 2010

Quran berwajah puisi

Julizar Kasiri, Ivan Haris, Leila S. Chudori
http://majalah.tempointeraktif.com/

SEBUAH upaya memuliakan Quran terhenti di tengah jalan. H.B. Jassin, penulis terjemahan Quran berjudul Quran Bacaan Mulia, ingin menerbitkan Quran yang ditulis mirip susunan puisi. Ia pun sudah mempersiapkan judulnya, Al Quran Berwajah Puisi. Tapi baru 10 juz dikerjakan, muncul imbauan supaya kreasi itu tak dilanjutkan. Itu, ”mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya,” menurut ketua Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran, lembaga yang berwenang mengesahkan penerbitan Quran.

Di buku itu Jassin menyusun ayat-ayat Quran ke bawah secara simetris. Ini dikemukakan oleh Menteri Agama Munawir Sjadzali di depan anggota DPR, Kamis dua pekan lalu. Sebelumnya, pada pertengahan Desember tahun lalu, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan keberatannya.

Dalam suratnya antara lain disebutkan, naskah H.B. Jassin itu tak sesuai dengan mushaf Al Imam, mushaf (tulisan naskah Quran) yang menjadi standar di dunia Islam, termasuk Indonesia. Juga, susunan kalimat ayat yang dikerjakan oleh H.B. Jassin tak mengindahkan ketentuan qiroatnya, antara lain soal pemenggalan kalimat. Tapi ada pula yang mempersoalkan tulisan Jassin itu dari sisi lain.

Doktor Quraish Shihab, ahli tafsir di Indonesia, misalnya mempersoalkan cara Jassin menuliskan Quran ayat per ayat. Itu, kata Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, bisa memberikan pengertian yang sesat. Sebab ada ayat-ayat yang belum sempurna jika tidak dikaitkan dengan ayat sebelum atau sesudahnya.

Misalnya, Surat Al Maa’uun, Ayat 4: ”Celakalah orang-orang yang salat.” Kalau ayat itu dibaca tanpa membaca ayat berikutnya, Ayat 5, ”(yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,” bisa menyesatkan mereka yang baru belajar membaca Quran. Dan terakhir, Quraish Shihab keberatan pada judul yang diberikan Jassin pada bukunya itu. ”Quran bukanlah puisi, tapi firman Allah,” kata Quraish tentang judul Al Quran Berwajah Puisi.

Juga ada pertanyaan, bukankah ayat-ayat Quran itu sudah sangat puitis, untuk apa pula dituliskan lagi dalam bentuk mirip puisi. Tentu saja Jassin kecewa. Soalnya, jauh sebelum ada larangan itu Jassin sudah pernah menghubungi orang-orang seperti Hafizh Dasuki, Munawir Sjadzali, dan Hassan Basri.

Umumnya mereka itu, Hafizh Dasuki, misalnya, Ketua Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran, mengatakan bagus dan senang melihat kreasi Jassin itu. Hafizh pun, menurut Jassin, tak menemukan larangan tentang penulisan seperti yang direncanakannya itu. Menteri Agama Munawir Sjadzali juga tak keberatan. Begitu pula Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Hasan Basri. Karena itu H.B. Jassin lalu melayangkan surat kepada Hafizh Dasuki, Ketua Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran, dan K.H. Hasan Basri, ketua Majelis Ulama Indonesia.

Jassin mempertanyakan keberatan kedua lembaga tersebut. Misalnya, tentang apa saja mudarat dan manfaat kreasinya, tentang Quran yang beredar sekarang yang seragam dengan mushaf Al Imam yang asli. Juga tentang ketentuan-ketentuan mengenai qiraat yang paling asli. Semua itu memang tak dijelaskan dalam surat MUI dan Lajnah Pentashih itu.

Sebenarnya, apa yang dilakukan Jassin dalam kreasinya? Coba lihat Surat Al Baqarah Ayat 169-173 sebagai salah satu contoh. Di situ, misalnya, ayat-ayat disusun oleh Jassin simetris ke bawah sebagai upaya memuisikan ayat itu. Sehingga terdapat banyak ruang kosong pada halaman mushaf. Nomor ayat tak diletakkan di sebelah kanan sebagaimana lazimnya, tapi diletakkan di sebelah kiri. Si pembaca disuruh membuka buku ini bila sudah menjadi buku mulai dari kanan ke kiri, bukan dari kiri ke kanan sebagaimana lazimnya Quran selama ini.

Dalam hal ini Jassin tampaknya tidak mengada-ada. Maksudnya, ia mempunyai perhitungan sendiri terhadap apa yang dilakukannya itu. Misalnya, tentang pilihan simetris yang dilakukannya, sehingga menimbulkan bagian-bagian kosong pada kiri-kanan penulisan. ”Bagian kosong itu adalah tempat bernapas,” kata Jassin, yang juga pernah menghebohkan dengan terjemahan Qurannya yang berjudul Quran Bacaan Mulia. Bila ditulis lurus begitu saja, kata Jassin, tidak puitis. Juga terhadap keberatan Quraish Shihab, tentang pemotongan ayat yang bisa menyesatkan itu, Jassin menjawab.

Menurut Jassin, bila orang membaca Surat Al Maa’uun Ayat 4 itu, misalnya, ia pasti tahu bahwa kalimat itu belum selesai. Soal nomor ayat, menurut Jassin, dulu Quran tidak memakai nomor ayat. Pemberian nomor ayat itu baru terjadi belakangan dengan tujuan mempermudah pembacanya. Adapun soal menuliskan ayat Quran itu seperti puisi, yang juga dipermasalahkan, Jassin mengatakan tidak ada masalah.

Diakui oleh Jassin, Quran pada Surat Asy Syu’araa (para penyair) Ayat 224, 225, dan 226 menyebutkan bahwa Tuhan tidak suka pada penyair karena mereka pengembara. Tapi, kata Jassin, harus ingat ayat itu ada sambungannya, yakni ”kecuali orang-orang yang takwa.” Jassin, dalam langkahnya ini, mendapat dukungan antara lain dari Ali Audah, seorang sastrawan yang menyusun buku Konkordansi Qur’an, Panduan Kata dalam Mencari Ayat Qur’an, dan D. Sirojuddin A.R., seorang penulis kaligrafi Quran yang menuliskan puitisasinya Jassin itu.

Bagi Ali Audah, misalnya, apa yang dilakukan Jassin itu tidak menjadi masalah, asalkan betul tanda baca dan teknik penulisannya. Di sini Ali Audah berpegang pada pendapat Ibnu Khaldun, seorang guru besar ilmu hadis dan hukum Islam pada abad ke-14 Masehi. Dalam buku Mukaddimah-nya, Ibnu Khaldun mengatakan bahwa Quran dapat ditulis dengan rasam (kebiasaan) yang bagaimana saja, tidak harus terikat pada rasam Usmani, mushaf Al Imam. Alasannya, masalah penulisan itu masalah ”pertukangan”.

Menurut Ibnu Khaldun, yang juga seorang sejarahwan, kalau orang berpegang pada rasam Usmani, hanyalah karena mau mengambil berkahnya. Sedangkan para ulama yang berpegang pada rasam Usmani mendasarkan keyakinannya itu pada sebuah hadis Nabi. Yakni hadis yang bunyinya, ”Hendaknya kalian mengikuti sunahku dan Khulafaur Rasyidin sesudahku.”

Profesor Bustami Gani, Rektor Institut Ilmu Quran Jakarta, misalnya, beberapa waktu lalu pernah mengatakan bahwa penulisan mushaf dengan rasam Usmani adalah tauqifi, artinya tidak bisa diubah dan harus diikuti apa adanya. Sementara itu untuk kutipan pada buku-buku Islam, pengarang besar abad ini tidak menghiraukan rasam Usmani. Itu terlihat oleh D. Sirojuddin, penulis khat buku Al Quran Berwajah Puisi itu, pada buku-buku karangan Mahmud Syaltut, Al-Aqqad, dan Sayyid Qutb.

Para ulama penulis kitab itu umumnya mengutip ayat-ayat Quran dengan meninggalkan kode Usman pada buku-buku mereka. Sirojuddin lalu mempertanyakan, kalau yang sebagian boleh dituliskan menyimpang dari rasam Usmani, mengapa untuk penulisan Quran yang utuh itu dipersoalkan.

Sesungguhnya, menurut Quraish Shihab, masalah penulisan Quran versi Jassin itu bukanlah masalah hukum. ”Tapi,” kata Quraish selanjutnya, ”itu berkaitan dengan etika dan nilai-nilai yang dianut para ulama selama ini, dengan mempertimbangkan kondisi umat Islam sendiri.”

Itu pula yang dikatakan oleh Menteri Agama Munawir Sjadzali kepada Wahyu Muryadi dari TEMPO, tentang ketidaksetujuannya bila kreasi Jassin tersebut diterbitkan. Kata Munawir, ”Saya hanya menjaga keresahan umat.”

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir