Kamis, 07 Oktober 2010

Otokritik Sosial Budaya Bali

Judul : Wanita Amerika Dibunuh di Ubud
Penulis : Gde Aryantha Soetama
Penerbit : Arti Foundation, 2002
Tebal : v+115 halaman
Peresensi : IGK Tribana
http://www.balipost.com/

KETIKA upacara pengabenan pamannya, Bram (orang Bali) berkenalan dengan seorang wisatawan bernama Susan dari Amerika Serikat (AS). Selanjutnya kedua insan berlainan jenis dan bangsa ini menjalin hubungan yang lebih intim — cinta sesaat. Sesungguhnya Bram ingin mengenal Susan lebih dekat semata-mata untuk belajar bahasa Inggris. Demikian pula kedatangan Susan ke Bali bukanlah seperti wisatawan asing kebanyakan — benar-benar berwisata, melainkan sebagai mata-mata terhadap pelaku kejahatan sesama manusia yang terjadi di berbagai negara. Justru karena sebagai mata-matalah, Susan tewas di Ubud, suatu tempat yang dikaguminya. Susan pun diaben di Bali sesuai dengan pesannya ketika ia masih hidup.

Mengejutkan benar, seorang wanita warga AS tewas di Ubud. Namun, itu hanyalah karya fiksi — sebuah novel. Jika benar-benar terjadi secara faktual, tentu menggegerkan dunia pariwisata Bali. Sebelum membaca, seolah tulisan dalam buku ini mengungkap peristiwa pembunuhan orang asing. Sesungguhnya, karya ini sarat akan kritikan terhadap masyarakat Bali dari sisi sosial budaya — kritikan dari orang Bali sendiri. Cerita novel ini sungguh menarik karena pengarang meramu turisme, seks, cinta sesaat, pergulatan masalah adat, dan agama. Walaupun dikemas dalam sebuah novel, kebenaran akan fakta di masyarakat Bali nampaknya tak terbantahkan untuk diluruskan dari sisi agama (Hindu). Jadi tidak selamanya karya sastra itu tergolong “dusta”, karya imajinasi semata seperti pendapat orang kebanyakan. Sebagai sebuah karya sastra, tentu novel ini memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik. Dari sisi intrinsik — alur, penokohan, latar, gaya bahasa, tema, bobot sastranya — tentu tidak diragukan lagi. Untuk ulasan lebih lanjut sebagai sebuah karya seni (sastra) adalah menjadi tugas para peneliti atau peminat sastra untuk menemukan dan membahasnya secara ilmiah. Atau, kalau setiap pembaca memperoleh nilai tersendiri dari novel ini, tentulah hal yang baik dari sisi kreativitas seorang pembaca karya sastra. Hal ini tentu sudah lumrah dalam menikmati karya sastra.

Kemudian dari sisi ekstrinsik (unsur luar sastra), novel ini memberikan suatu wawasan yang sangat berharga kepada pembacanya. Kalau pembacanya bukan masyarakat Bali, buku ini akan memberikan gambaran tentang budaya masyarakat Bali dalam kesehariannya di tengah-tengah majunya pariwisata. Bahkan, Bali tidak saja dijadikan tempat wisata oleh orang asing, melainkan juga untuk kegiatan lain. “I’m sorry, Bram. Aku seorang detektif swasta di California. Tugasku sekarang menguntit Decker. Aku dibayar mahal untuk tugas itu.” (hal. 63-64). Jadi kedatangan orang asing ke Bali beragam tujuannya.

Khusus untuk pembaca yang berlatar belakang masyarakat Bali, tampaknya penulis mengajak para pembacanya mencermati masalah sosial budaya sehingga membuat orang ngeh akan perilaku kesehariannya — menenggelamkan agama demi adat. Banyak orang (Bali) kurang memahami dengan baik tentang esensi agama. Seperti diketahui, agama tidak pernah memberatkan umatnya, baik dari sisi materi maupun rasa ketertekanan dari pelaksanaan upacara agama. Dari awal hingga akhir cerita, pengarang seolah tidak pernah hentinya mencermati kondisi Bali yang masyarakatnya sibuk melakukan aktivitas adat, budaya, dan agama, namun miskin pemahaman akan makna religiusnya. Sesungguhnya, inilah yang perlu dibenahi di Bali. Hal ini terungkap dari percakapan para tokoh cerita. “Tak semua sanak saudara menyembah. Mereka yang merasa usianya lebih tua dibandingkan almarhum duduk tenang-tenang saja.” (hal.8).

“….Sebuah kebiasaan yang menjadi adat istiadat, tetapi sebenarnya keliru.” (hal.8-9). Contoh kritikan yang lain, “Tapi upacara begini sangat rumit, kau tahu? Aku sendiri tak bisa menangkap seluruh maknanya. Bahkan, sering berpikir, mengapa upacara mesti sesulit ini? Tak hanya rumit, Susan. Biayanya pun mahal!” (hal 25). Perdebatan-perdebatan kritis dalam novel ini sesungguhnya adalah pergulatan, dilema, dan kecemasan, yang tetap menjadi perbincangan hangat dan serius keseharian masyarakat Bali hingga kini, bahkan tidak akan berhenti. Inilah kritikan dari orang Bali sendiri untuk orang Bali juga — otokritik.

Begitulah novel ini. Ceritanya memikat karena keberhasilan pengarang meramu turisme, seks, cinta sesaat, melalui pergulatan pandangan adat dan agama tentang pengabenan orang asing yang bukan beragama Hindu. Pandangan ihwal turisme, misalnya, selain mendatangkan dolar, juga malapataka. Kepolisian menjadi lebih sibuk dan pekerjaan kian rumit menangani berbagai sindikat internasional.

Sayang, pengarang terlalu cepat menyelesaikan ceritanya — ketika pembaca sedang asyik-asyiknya membaca. Boleh dibilang novel ini pendek dari sisi alur cerita. Halaman-halaman buku cukup banyak dihabisi dengan unsur-unsur ekstrinsik sastra. Hal ini mengesankan penulisnya sebagai seorang jurnalis. Namun demikian, pembaca sudah disuguhi sebuah karya yang berbobot. Novel ini cukup sarat dengan muatan renungan budaya. Karya sastra ini juga layak dijadikan bahan diskusi dalam pembelajaran sastra di sekolah, lebih-lebih untuk mengangkat budaya lokal Bali.

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir