Jumat, 27 Februari 2009

Sajak-Sajak Acep Zamzam Noor

http://www.korantempo.com/
KEKUASAAN

Ketika namamu meresap ke dalam pori-pori
Aku merasa aliran darah seolah terhenti
Udara bergetar bukan karena menjauhnya ufuk pagi
Tapi karena langit mempertontonkan kemolekan senja
Di celah payudara. Ketika suaramu mengaliri urat-urat nadi
Aku mendengar pulau-pulau di tenggara beranjak pergi
Lalu ketika napasmu memompa setiap degup jantung
Perahu-perahu tenggelam di tengah laut, gelombang pasang
Menghempas daratan dan angin puting beliung menghantam
Pegunungan. Bumi berantakan bukan karena api cemburu
Tapi karena cinta tengah memamerkan kekuasaannya pada kita



SUARAKU

Suaraku hanyalah gema dari sepi yang sumbernya berada jauh
Di dalam dada. Gaung yang memantul dari luka parah di lubuk hati
Yang perihnya terasa hingga ke ujung kaki. Sepiku memerlukan suara
Untuk sekedar bernyanyi dan lukaku membutuhkan bunyi agar bisa
Menyatakan diri. Ketika daun-daun jatuh dan langkahmu menjauh
Terasa ada yang berlabuh diam-diam di pipi. Kuraba paras bumi
Udara bagaikan embun yang pecah disentuh jemari pagi



ADA DETIK MENETES

Ada detik menetes dari matamu, ada menit
Meleleh dari telingamu. Dan dingin mengental
Menyumbat hidung serta jantungmu
Langit menggigil, udara membungkus musim
Dengan selimut kabut. Ada sungai mengalirkan luka
Ada muara yang sesak oleh berita duka cita
Ada pasang menghampiri usiamu, ada surut
Menarik hari-hari sepimu. Kemudian tahun bergerak
Menyobek lembar-lembar almanak. Seperti kipas angin
Kerling matamu berputar mengelilingi waktu
Lalu sebuah ceruk indah melingkar di sudut pipimu:
Ruang yang kembali menyimpan semua keabadian itu



KUTUSUK MATAKU

Kutusuk mataku setiap teringat padamu
Kuasah belati jika aku merindukanmu
Tapi sunyi yang memuntahkan pelurunya
Selalu membuatku tersungkur. Dari teratak ini
Kulihat langit semakin bungkuk ke barat
Menyelimuti bukit dengan genangan kabut
Yang likat. Kunyalakan sebuah tungku
Setelah seharian memanggul palang kayu
Menyusuri jejakmu. Rasanya kita tak akan bertemu
Rasanya kita tak akan pernah bertemu, sayangku
Maapkan jika tak kupanggil lagi namamu
Atau kuhapus wajahmu sebelum dingin isya
Menutupkan jendela. Tak ada jalan pulang
Tak satu pun kampung yang menjadi tujuan
Darahku tak terbendung dan kata-kata saktiku
Menguap di udara. Jangan bisikkan lapar atau dahaga
Telah buta mataku membaca cakrawala yang jauh
Perutku kenyang dihuni para pengungsi dan pesakitan
Yang meminjam mulutku untuk sekedar menuntut
Keadilan. Kukerat nadiku setiap ingin melupakanmu



MASIH KUDENGAR

Masih kudengar ledakan-ledakanmu
Seakan meruntuhkan langit serta susunan
Cahayanya. Dari tatapanmu kubaca sisa pertempuran
Kobaran berlangsung reda pada ketelanjanganmu
Yang murni. Cakrawala mengelam seperti warna darah
Menyelimuti tidur bumi yang senantiasa gelisah
Dan ketika kususuri keheninganmu yang memendam bara
Aku seperti terlempar ke tengah belantara yang rahasia
Pohon-pohon bicara sebagai sampah, sungai-sungai
Menerjang seperti limbah. Hutan-hutan menggelepar
Bukit-bukit menjadi kiasan dunia yang terbakar
Tapi masih kudengar ledakan-ledakanmu
Sepanjang malam. Pemberontakan paling sopan
Yang menggeserkan letak bintang-bintang



SAMBIL MEMERAM

Sambil memeram keperihan lambung yang sobek
Aku pergi mengikuti angin entah ke mana
Melewati tahun-tahun yang sepi, melampaui jerit
Burung-burung yang terusir dan terkapar
Di bawah matahari. Pohon-pohon kering menatapku
Bukit-bukit kerontang mengurungku dalam semadi
Tak ada tangga atau tali. Tak ada jalan setapak
Yang akan menuntunku kembali
Kesepian tak lagi bisa diterjemahkan
Dengan ucapan. Aku bersujud mengingat hujan
Membayangkan banjir yang merebut musim panen
Dari masa depan. Bergulingan dari tebing ke tebing
Sambil menyiangi kenangan yang tumbuh
Di batu karang. Dan jika kelak airmatamu jatuh
Mungkin itulah sarapan pagiku yang pertama
Setelah gemetar mememdam lapar
Dan dahaga. Miskin dan buta



MENGUBUR DUNIA

Waktu adalah ruang yang menyimpan seluruh
Kenangan. Aku tak tahu bagaimana melupakanmu
Tanpa harus kehilangan atau merasa terbuang
Seperti langit yang menurunkan tingkapnya
Tanpa tarikan bumi. Atau sungai
Mengalir tanpa undangan muara yang sunyi
Ingatanku masih tersangkut di ranting-ranting malam
Di sulur-sulur hari. Dan tahun melebat di kepalaku
Seratus angin sakal yang dikirimkan ke mari
Hanya kubutuhkan untuk meredakan hati
Atau harus kupanggil banjir, kupanggil lindu
Untuk bunuh diri
Kini limpahilah aku lahar dan lumpur yang panas
Ingin kukubur dunia dengan ciuman paling garang
Atau kubongkar musim dan kuledakkan seluruh cuaca
Udara bergolak dan malam dipenuhi aroma arak
Bintang-bintang pun mabuk dan berjatuhan
Ke bumi. Antara kita hanyalah sebuah kerajaan sepi



NEGERIKU

Negeriku tak lagi tumbuh dari kata-kata
Semakin gemuruh oleh teror dan bencana
Di pasar aku menari sampai pingsan
Berlari ke utara dan selatan
Memuja bumi dan mengutuknya
Kembali. Aku bangkit dan tersuruk
Bersama putaran matahari
Keringatku menjadi lelehan aspal
Dilindas roda-roda besi, sedang napasku
Menghirup serbuk udara yang panas
Pabrik-pabrik mengisi dadaku yang riuh
Asap ganja mengepul dari pori dan paruku
Ususku terbakar lempengan baja yang merah
Sedang darah hitamku menggenangi halaman istana
(Bau anyirnya telah mengaumkan sekawanan serigala
Yang mengintai sepotong daging di puncak tiang bendera)
Kini kumakan bangkai dan kuminum racun
Jantungku sarang dendam dan benci, dan cintaku mekar
Di antara lalat dan kotoran sapi

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir