Minggu, 18 Januari 2009

Puisi-Puisi Ahmad Muchlish Amrin

http://ahmadmuchlishamrin.multiply.com/
AKU INGIN BERGURU, UMBU
-kepada umbu landu paranggi

a/
umbu, pada laut yang menyimpan maut
aku ingin bertanya muasal pasang dan surut
pada mata sedalam laut
kutangkap ikanikan bersisik lumut;
menelan matahari di siang hari
dan menelan bulan di malam hari
memang aku tahu, sirip kanan kiri
mengipas di air garam
tapi ikanikan tak pernah asin
umbu, di atas sampan kukibarkan layar
diujung tiang panjang bagai bulu mataku
menusuk bintang
gelombang menimangnimang air bergambar
bunga karang di dasar
dan di tengah bahtera itu, umbu
sudah tak kukenali lagi arah;
hanya biru langit
dan air di bawah
berombak di mata
memang aku tahu, hujan berawal dari awan
awan beribu pada laut
adakah laut alami maut?
(aku ingin berguru, umbu
aku ingin berguru)



b/
umbu, burungburung bertelur di sarang rahasia
di selunjur ranting alfabet arab dan aksara jawa
matahari keluar dari kuning telur dan putih
meleleh tercakar ibunya dalam eram;
aku jadi tahu, umbu
ratusan anak burung
belajar terbang dalam cangkang
memasuki hutan dan gurun
kala gerimis turun memompa udara
umbu, sayap merayap ke seberang bulan yang karam
dalam kuning telur dan selsel
menyemburat bagai lintang kawat menusuk awan;
anak burung membawa
anak burung membawa
anak burung
melipat angin dan katakata
lewat deru perdu angka kelahirannya
umbu, burung aku bertelur
telur aku berburung
ingin kembali ke cangkang
akankah terbit matahari asing?
(aku ingin berguru, umbu
aku ingin berguru)

Yogyakarta/Rumah Lebah, 2004-2006



EKSEKUSI
-kepada tibo, silva dan riwu

nyawa terbang di ujung senapan dengan peluru ratusan
kepala berpenggalpenggal bagai pohonpohon di hutan
gemuruh menabuh sunyi tanah. akar tunggang menghunjam
dadamu laksana rusuk kawat anakanak, ibuibu, bapakbapak
yang dikubur mendahului jasadmu dalam sulur getah air mata
(bagi yang menyimpan kejam ia menyimpan dendam)
palma o palma! daun kering di rimba dada
lebih berwarnawarni dari pelangi di angkasa; getah darah dari batang
menantang seribu bintang berbatu cahaya
atau bulan menunggumu atau sentimentil kayu kering di rimba rahasia
(selamat datang kematian yang tampan)
katakata bergeliat mengikuti angin ke gurun
mengikuti rohmu menulis senja kain katun
lupakan hutan lupakan pohonpohon
(tak ada awal dan akhir bagi mimpi panjang)
capungcapung mengambang di jambang
air kolam menggambar langit tak berawan
lumut mencium bening dan hijau mata ikanikan
ikanikan yang menghirup sisa kenanganmu
o kenangan dalam misa pertemuan akhir
bunga kecubung dikalungkan di leher musim
mengantar keberangkatan katakata lewat riak air
(bukan hujan meminta semerbak
bukan api membakar akar bintang)
batang tenggorokan berkilau pada tahun
lewat kalender dibuai tanggal lulur di urat leher
baru bara sajak bagai lindu di nadi ibu; dalam
pinta urung arang jasadmu dan simpuh ke sepuluh.

Yogyakarta/Rumah Lebah, September 2006



SERONEN

tujuh lubang seronen; tujuh lubang perempuan dalam hikayat malam pertama

hujan mengulum. jemari naik turun mainkan do re me fa so la si do agar sekian ribu gerimis berkedip dalam gelap bagai mata kilat “walau gugup” katamu

kamupun berdiri di puncak bukit menghadap lembah dan angin menyampaikan isyarat celaka lewat desir pembuluh darah

(lupakan saja isyarat itu agar rentang hangat dan riuh dingin bukan sandaran seutuhnya—hmm, aku baru tahu bahwa kamu tengah memainkan jemari di atas senyawasenyawa kecil tubuhku)

maka aku akan membunuhmu esok pagi dan mengumbar segala rahasia pada awan bulan september agar dendam turunan ini segera selesai kurituskan dan hutang pada ibu atas kematian ayah segera kubayar; bau kelahiran dan kematianmu sudah digariskan di atas secelurit bulan

napasmu tersengal dan meringkik seusai lari dari kejaranku dan kamu berdiri mirip tanda seru di bawah pohon aren yang jauh, padahal aku masih berang padamu dan aku memegang sebilah tanda tanya

lalu kamu menanam tanda seru untuk menipuku agar tanda tanya tak menghunjam di tubuhmu, gitu? aku akan mengejarmu hingga kurasakan titik manis tubuhmu

Yogyakarta/Rumah Lebah, Agustus-September, 2006



MZ
-ritus dua nama

aku ingin merampungkan
ziarah sunyi lewat
impian berselonjor lurus pada
zamrud bulan dan manikmanik bintang. ia
akan bertemu di angkasa menyanyikan
himne suka cita
hai! ribuan mata akan menyaksikan
engkau dan aku menyusun awan putih hasil
fantasi masa lalu dan
namanama cahaya disebutkan lewat
igauan rahasia malam pertama;
delapan bintang di dada
anakanak, hunjamkan langit
nilam batu planet
akarakar gerimis menelan
humus angin
merentang dari hari kemaren;
adakah daun kering gugur
di sela sepi dan puisi?
mataku menangkap setangkup
uap bulan september bagai lembar
cahaya di tanah. menggaris
harapan matahari pada api dan
lilin yang kau nyalakan adalah
isyarat bagi tahun yang mati. bila
semuanya telah melepas kau pergi
harimauharimau mengikuti bayangbayangnya
akhirnya, aku tertambat dalam
mabuk panjang;
ringkik kuda waktu
igauanigauan di luar
nama semesta yang celaka

Yogyakarta/Rumah Lebah, September 2006



PELUKIS DAN SI GILA
-sebuah pengakuan

kata orang aku pelukis padahal aku hanya
si gila di simpang empat itu, tersebab
aku mencipta :
gambar kolam di atas kanvas berukuran 3x6
dengan cat air kencing campur tai. mereka ingin membeli
seharga puisi dan katakata yang nyaris mati;
gambar kolam dengan riak air mani
anakanak berenang mengintip bapaknya yang selingkuh
dengan lonte dan gambar ikanikan berkepala babi
karenanya aku diminta datang ke taman marzuqi
: membawa tai
kata orang aku gila padahal aku hanya
pelukis kawakan di rumah batang, tersebab
kemanamana aku membawa :
sebuah kanvas dan sekeranjang tinja campur air kencing
campur kadal busuk campur cinta, benci, dendam, intrik
siapa tahu di tengah jalan mereka minta lukisanku
yang terbaru
ah! kata orang aku pelukis gila, tersebab
aku mencipta di luar jendela kamar mereka

Yogyakarta/Rumah Lebah, September 2006



LEBAH
-kepada raudal tanjung banua

gurungurun semakin meninggi
batubatu mirip roti bakar bekal ke seberang
telinga kita menyimak riuh lebah di pohonpohon
angin syirik berwajah pasi
menyentuh daundaun kering di reranting
kamu dan aku segera datang di dahan
puisi cinta ditulis berlembarlembar
tapi anakanak semakin bebal walau debar
katakata semanis madu disusun berurutan
dengan diksi satu jalan
bertapa di puncak bercak
sarang berlobang sembilan sajak
tangan dan kaki bergerakgerak
menyeka udara gurun
tidak panas tidak dingin
ohoi! tubuh kita tinggal sepotong
bagai lempengan tipis di ujung dendang

Yogyakarta/Rumah Lebah, September 2006



PECINTA GELAP

memburu gelap ke luar jendela dan malam dan siang
dan tuhan berdiri sendiri. hurufhuruf luruh. anganangan melanglang
aku menapak baitbait luka. tak petang. hitam. kenangan
serupa karang. berlumut. aku
pecinta gelap. malaikat. nakal. sidharta. abraham. yesus. Muhammad
berdiri di luar kamar. melepas sandal. musa. gunung sinai. silau. hilang. lunglai
aku menatap dari gelap pada muasal cahaya. leleh. lelah
matamata berkedip. kelip. mengendap ke bintang. gelap
bulan senyap. matahari ratap. bumi hampir lenyap
hidup mirip sulap

Yogyakarta/Rumah Lebah, September 2006.

Tidak ada komentar:

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Ady Amar Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahm Soleh Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Farid Yahya Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Audah Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andrenaline Katarsis Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anton Wahyudi Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Buldanul Khuri Bustan Basir Maras Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Dedy Tri Riyadi Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Felix K. Nesi Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Gauk Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hikmat Darmawan Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Holy Adib Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Jajang R Kawentar Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Kenedi Nurhan Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kucing Oren Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Latief S. Nugraha Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Kasim M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Mario F. Lawi Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nur Haryanto Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R Sutandya Yudha Khaidar R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R.N. Bayu Aji Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmadi Usman Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Rahmat Sutandya Yudhanto Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Rohman Budijanto Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tammalele Tan Malaka Taufik Ikram Jamil Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tiya Hapitiawati Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir