Minggu, 10 Agustus 2008

Wisata Buku Lawas di Yogyakarta

Fahrudin Nasrulloh

Salah satu keistimewaan ketika mengunjungi Yogya adalah menelisik toko-toko buku yang tersebar di sejumlah tempat. Ada T.B. Social Agency, T.B. Diskon Toga Mas, T.B. Tiga Serangkai, T.B. Gramedia dan komplek toko buku Taman Pintar yang bersebelahan dengan Taman Budaya dan benteng Vredeberg, dan lain-lain. Namun sekarang untuk mencari buku-buku lawas susah sudah, bahkan nyaris nggak ada. Tahun 1970-an hingga 1980-an, menurut berbagai sumber, masih banyak dijumpai buku-buku lawas yang bermutu.

Yang saya maksud dengan buku lawas (dalam arti spesifik bisa berati buku kuno, seperti naskah-naskah serat atau babad) adalah buku yang sudah tidak diterbitkan dalam jangka waktu lama oleh sejumlah penerbit tertentu. Karena itu, buku lawas dapat dikategorikan dalam empat jenis. Pertama, buku lawas umum (meliputi buku filsafat, sastra Indonesia dan Barat, psikologi, dan lain-lain). Buku lawas filsafat Barat seperti Meditation karya Rene Descartes, atau Suluk Awang-awung (antologi puisi) karya Kuntowijoyo, sudah hampir tidak ada. Saya pernah dapat satu karya Salman Rushdie, The Satanic Verses (Viking Penguin Inc., 1988). Semula si penjual mematok harga 250 ribu, tapi saya bisa membelinya dengan harga 50 ribu. Juga Tatanegara Majapahit (Yayasan Prapantja: Jakarta, 1962) karya Muhammad Yamin. Buku ini terdiri dari 7 jilid -- yang konon seharga 300-an ribu -- sudah sulit dilacak. Meski sebagian kecil buku-buku semacam ini mungkin terdapat di perpustakaan, semisal di perpustakaan Kolese Ignatius di Kota Baru yang, kabarnya, koleksi bukunya terbilang lengkap. Tapi jangan terlalu banyak berharap.

Kedua, buku lawas cerita silat dan komik. Buku cerita silat (cersil) semisal karya-karya S.H. Mintardja sudah sulit dicari. Ada sekitar belasan judul cersilnya. Kebanyakan dari karyanya pernah dimuat di koran Kedaulatan Rakyat, seperti Nagasasra Sabuk Inten. Karya ini sekarang telah diterbitkan oleh koran tersebut sebanyak 3 jilid (satu jilid seharga 100 ribu). Sementara karyanya yang lain masih terserak di banyak penggemarnya dahulu. Jika di Taman Pintar bisa ditemukan, ada sebagian yang terjilid rapi, tapi ada juga yang tercecer dalam bentuk serial. Dahulu, saya pernah bertemu di Taman Pintar, pada 2004, dengan Pak Muhlis; yang memiliki koleksi lengkap S.H. Mintardja. Saya pun membuktikan ke rumahnya, di Bantul. Lengkap memang. Mulai Nagasasra Sabuk Inten, Api di Bukit Menoreh hingga Misteri Kembang Kecubung. Saking gandrungnya, Pak Muhlis ludes membaca semua karya Mintardja itu. Bahkan dia nekat menjelajahi kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya untuk melengkapi koleksinya. Meski, ketika butuh uang, dia terkadang juga menjualnya sebagian. Dia pernah menawarkan kepada saya (boleh ke orang lain) untuk membeli seluruh karya S.H. Mintardja tersebut dengan harga 10 juta.

Welahdalah! Ini rumah apa kolong tikus? Seolah mata tiba-tiba bolong, saat saya melihat ruang tamu yang disesaki timbunan majalah, buku-buku dijejer bersap-sap, dan berkardus-kardus cersil sampai nyaris menyentuh genteng yang telah disisir dan dikelompokkan berdasar judul, jilid, dan serinya. “Seluruh karya Mintardja lengkap, Nak Udin. Jika sampeyan berminat, semua akan saya lepas 10 juta saja. Jangan lama-lama mikirnya!” Mendengar tawaran itu, saya cuma tertegun dan tersenyum kecut. Yang terlintas di benak: peristiwa apa saja dalam puluhan tahun hingga ia dapat mengumpulkan seluruh cersil Mintardja? Belum lagi cersil dari pengarang lain yang juga seabrek koleksinya. “Saya nggak berduit sebanyak itu, Pak. Tapi saya yakin, suatu hari, akan datang sang pembeli ke rumah ini,” pungkas saya.

Wow! Sementara cersil lain dari pengarang lain juga memenuhi koleksinya. Yang pasti, Di Taman Pintar sekarang jarang ada. Kalaupun ada, mahal sekali harganya. Ada pun buku komik lawas, makin jarang lagi, seperti karya-karya lama Ganes TH , Hans Jaladara, dan lain-lain.

Ketiga, buku lawas jenis keislaman. Satu sisi, buku jenis ini sudah banyak diterbitkan. Lebih-lebih oleh penerbit yang konsern pada tema-tema keislaman yang ragamnya, terkait dengan pertimbangan laku-jual di pasar, memang tak terhingga banyaknya. Seperti buku Durratun Nashihin, Riyadus Shalihin atau Bulughul Maram telah berkali-kali dicetak ulang oleh banyak penerbit. Dan memang laris manis. Tapi untuk mencari buku semisal Al-Atsarul Baqiyah Anil Qurunil Khaliyah karya Al-Biruni, saya pastikan tak ada di Yogya (baik di toko buku atau di perpustakaan UIN sekalipun). Atau karya-karya monumental dari Ibnu Haitam (Risalah Sina’at Syi’ir), Ibnu Arabi (Futuhul Makkiyah), Al-Baqli (Masrab Al-Arwah), As-Sulami (Tabaqatus Shufiyya), Al-Maki (Qut al-Qulub) dan lain-lain, jelas kelabakan untuk mencari mereka. Kecuali sejenis kitab tersebut, mungkin, dimiliki kiai-kiai yang gandrung baca kitab. Untuk mencari yang agak ringan saja; tentang madharat dan manfaat rokok dan kopi, karya Kiai Ihsan Jampes berjudul Irsyadul Ikhwan fi Syarhil Qahwa wa al-Dukhan, Anda musti memburunya ke Jampes, atau ke Lirboyo, atau ke T.B. Firdaus di Pare. Bukan di toko kitab kuning, di Yogya.

Keempat, buku lawas Jawa kuno. Menyusuri jenis buku ini sebenarnya mudah, tapi jangan harap bisa dibawa pulang. Anda cukup cari buku hasil suntingan T.E. Behrend berjuluk Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Museum Sonobudoyo (Djambatan, 1990, Jakarta). Buku ini ada di perpustakaan Sonobudoyo, Yogya. Atau di penerbit Djambatan. Di Taman Pintar? setahu saya, nggak ada. Buku katalog itu memuat 1350 naskah Jawa kuno yang mencakup tema sejarah, silsilah, hukum, ihwal wayang, sastra wayang, sastra Jawa kuno dan sastra Islam kejawen, piwulang, primbon, bahasa, musik, tari-tarian, perkerisan, adat-istiadat, dan lain-lain.

Pengalaman tak terlupakan saya ketika, pada Desember 2005, di toko buku loak, milik Mas Widodo (di komplek Lt. II pasar Bringharjo), saya pernah menemukan sebuah buku lawas berisi kumpulan cerita ringkas dari para sastrawan Indonesia tempo doeloe berjudul Maleise Bloemlezing: Uit Hedendaagse Schrijvers, bertarikh 1947, terbitan J.B. Wolters-Batavia dan Sevire-Den Haag, yang disusun oleh Dr. G.W.J. Drewes (harga: 30 ribu). Ada belasan cerita unik, dengan ejaan lama, dari beberapa sastrawan semisal, M. Kasim, S. Hardjosoemarto, A. Datuk Madjoindo, Hersevien M. Taulu, S. Takdir Alisjahbana, H.A.M.K. Amrullah, Habib Sutan Maharadja, Seoman H.S., Ardi Soma, A. Soetan Pamoentjak N.S., A. Moeis, Selasih, Hamidah, N. St. Iskandar, Toelis Soetan Sati, I. Gusti Njoman P. Tisno dan H.S.D. Moentoe.

Tentu jika bukan pencinta dan pemburu buku yang bandel, sangatlah kerepotan melacak buku-buku tersebut. Bagi mereka yang sudah lama menyusuri jagat pernak-pernik buku pastilah memiliki kepuasan tersendiri ketika mereka telah menemukan buku yang mereka inginkan. Kendati ada juga pemburu buku lawas yang tidak begitu getol membaca, tapi semata hanya ingin mengoleksi saja. Ya, apa pun alibinya, kita layak untuk menghargainya. Sebab, buku adalah jendela dunia, dan peradaban manusia, salah satunya, dibangun dari tradisi membaca. Karena, “Sebuah buku”, ujar Cervantes, “adalah halte sejarah; tetirah abadi segala ingatan dan pengetahuan, meski tanpanya, kehidupan akan tetap berjalan apa adanya.” Memang, sebuah buku bukan sekadar lembaran kertas dan rekatan lem. Melainkan di dalamnya menyimpan sebentang peradaban, di mana manusia hidup bersamanya, dengan harapan dan cita-cita.

Suara Merdeka, 15 Juli 2007.

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir