Selasa, 19 Desember 2017

Borges dan Cerita yang Meragukan

A.S. Laksana
Jawa Pos, 26 Jun 2016

ADA banyak penulis bagus di muka bumi, tapi bagi saya Jorge Luis Borges (1899–1986), penulis Argentina, adalah yang paling menjengkelkan.

Kita sudah sering mendengar atau membaca tuturan orang mengenai fiksi dan realitas. ”Masalah mendasar pada fiksi adalah ia harus bisa dipercaya. Realitas boleh saja tidak masuk akal,” kata Tom Wolfe, penulis dan wartawan sekaligus salah seorang pelopor New Journalism. Satu Tom lagi, yakni Tom Clancy, menyatakan hal yang kurang lebih sama.

Banyak contoh yang bisa kita sebutkan tentang hal itu. Misalnya, di dalam realitas seseorang bisa mendapatkan keberuntungan yang tidak diduga-duga. Dia bertemu teman lama yang memberinya pekerjaan seperti yang diinginkannya tepat saat dirinya membutuhkan pekerjaan itu.

Di dalam fiksi, jika Anda menceritakan orang yang terlunta-lunta mencari pekerjaan, kemudian mendapatkan begitu saja pekerjaan itu karena pemberian teman lama, fiksi Anda akan dianggap tidak masuk akal dan itu berarti fiksi yang buruk. Para pembaca tidak memercayai cerita yang tidak masuk akal dan mereka akan menganggap Anda penulis yang kurang sanggup menggunakan nalar.

Di dalam realitas, seseorang yang melakukan pembunuhan dan divonis penjara 24 tahun karena kejahatan yang dilakukannya bisa lancar-lancar saja mencalonkan diri menjadi ketua partai politik setelah menjalani masa hukuman hanya empat setengah tahun.

Kemudian, dia dipuja-puja oleh para penjilatnya dan orang-orang itu mendukungnya maju dalam pemilihan presiden. Dan dia betul-betul terpilih menjadi presiden. Seandainya hal itu terjadi di dalam fiksi, pembaca tidak akan percaya bahwa ada masyarakat sedungu itu, memilih seorang pelaku kejahatan menjadi presiden.

Realitas juga memberi kita fakta bahwa seseorang yang sedang dikurung di dalam sel penjara bisa terus menjadi ketua umum PSSI dan merasa tidak perlu mundur karena malu atau tertekan. Mungkin dia merasa tidak bersalah.

Tentu tidak selamanya hal-hal yang tidak masuk akal itu buruk. Ada juga hal baik yang tidak masuk akal di dalam realitas. Ketika saya menonton Unforgiven, garapan Clint Eastwood, saya tidak percaya bahwa itu betul-betul garapan dia.

Clint seumur hidup hanya bermain film tembak-tembakan dengan akting yang begitu-begitu saja, tidak banyak bicara dan lebih banyak menembak. Ketika dia menggarap film sendiri, menyutradarai dirinya sendiri sebagai pemain utama, ternyata filmnya bagus. Sulit dipercaya bahwa aktor yang sepanjang karirnya di dunia film hanya menembak ke sana kemari itu bisa membuat film bagus.

Film tersebut beredar pada 1992 dan saya menyangka itu film pertama Clint Eastwood. Rupanya, itu film ke-16 dia. Jadi, sambil menembak ke sana-kemari, Clint Eastwood sudah menyutradarai 15 film –tidak satu pun saya kenal– sebelum melahirkan Unforgiven yang memberinya dua piala Oscar untuk film terbaik dan sutradara terbaik. Itu sebuah capaian yang tidak terduga. Skenario film tersebut selesai ditulis pada 1976 dan ditolak oleh siapa pun karena dianggap terlalu remeh serta kacangan.

Dari sebuah website, saya mendapatkan informasi bahwa Sonia Chernus, kolega Clint Eastwood dan seorang penulis skenario, menulis memo kepada Clint setelah membaca skenario Unforgiven. ”Sebaiknya kita buang saja barang sampah ini... Saya tidak menemukan secuil pun hal bagus di dalamnya. Jadi, saya kira lebih baik kita lupakan saja,” tulisnya.

Clint menyepakati saran tersebut dan tidak pernah membaca skenario itu. Kemudian, saat mencari cerita untuk film baru yang akan dikerjakan, dia membaca The Cut-Whore Killings –judul awal Unforgiven– dan tertarik untuk memfilmkannya. Dia tidak menyadari bahwa skenario itulah yang dimaksud oleh Sonia Chernus.

Pada 2003 dia melahirkan satu lagi hal yang tidak masuk akal. Dia menyutradarai Mystic River, dan bagus lagi. Film itu meraih dua piala Oscar, satu untuk Sean Penn (aktor utama) dan satu lagi untuk Tim Robbins (aktor pembantu). Saya sudah percaya bahwa Clint Eastwood bisa membuat film bagus. Yang tidak masuk akal sekarang ini adalah Sean Penn.

Dia aktor kelas kambing dan mendapatkan perhatian dari media hanya karena suatu saat pernah menjadi suami penyanyi Madonna. Kualitas terbaik yang dia miliki di masa mudanya adalah mabuk-mabukan dan menghajar orang. Dalam Mystic River dia bermain sangat bagus. Saya bahkan tidak pernah berpikir bahwa dia bisa berakting.

Kadang saya merindukan realitas tidak masuk akal seperti itu. Saya pikir akan sangat menyenangkan ketika pada suatu hari, yang mungkin tidak akan pernah terjadi, mendadak ada kabar bahwa Eva Arnaz atau Mandra membuat film, dan film mereka bagus sekali.

Tetapi, kita jauh lebih sering mendapati hal-hal tidak masuk akal yang buruk. Mungkin itu konsekuensi wajar saja dari kondisi kita. Semakin awut-awutan sebuah masyarakat, ia akan melahirkan semakin banyak hal yang tidak masuk akal. Dan kita tidak bisa berbuat apa-apa terhadap realitas. Sebab, kehidupan dan realitas di dalamnya adalah ciptaan Tuhan. Setidaknya itulah yang diyakini mayoritas penduduk bumi.

Jadi, realitas boleh tidak masuk akal dan kita tidak bisa memprotesnya karena ia ciptaan Tuhan. Fiksi harus masuk akal karena ia ciptaan nalar manusia.

Realitas di dalam fiksi harus benar-benar dijaga sebab-akibat dan nalarnya serta struktur penceritaannya oleh si penulis. Rangkaian kejadian demi kejadian di dalamnya, seabsurd apa pun, harus bisa dipertanggungjawabkan dan masuk akal dalam logika fiksi itu.

Bahkan, dalam fiksi yang bukan realis pun, setiap penulis harus meyakinkan para pembacanya bahwa apa yang dia tulis itu benar-benar mirip ”kisah nyata”. Semua tokohnya bernyawa, berdarah, berdaging, dan memiliki kehendak masing-masing.

Di sinilah Borges berbeda dari kebanyakan penulis. Dia justru menulis cerita untuk membuat kita ragu apakah semua itu sungguh-sungguh terjadi atau tidak. Dia menuturkan setiap ceritanya dengan ketenangan dan wibawa orang yang memiliki banyak pengetahuan. Beberapa ceritanya menggunakan ayat Alquran sebagai kutipan pembuka. Sebuah cara menakjubkan untuk membuat kita percaya. Tetapi, kita tidak tahu apakah dia sedang berbohong atau menceritakan hal yang sungguh-sungguh terjadi.

Saya jengkel sekali setiap selesai membaca cerita-ceritanya. (*)

Akun Twitter: @aslaksana
https://www.jawapos.com/read/2016/06/26/36424/borges-dan-cerita-yang-meragukan

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir