Minggu, 31 Maret 2013

Perempuan dalam Sejarah Sastra Indonesia

Nafi’ah Al-Ma’rab *
Riau Pos, 3 Maret 2013

KARYA sastra selalu menyediakan ruang terbuka pada setiap objek yang diperbincangkan. Salah satu objek yang tak pernah habis menjadi sajian adalah tema perempuan di dalam sebuah karya sastra. Keberadaan perempuan sebagai salah satu menu tema yang paling banyak dipilih oleh sebagai karya sastra telah mendorong lahirnya banyak penelitian terhadap karya sastra bertema perempuan.
Ada banyak penelitian yang telah dilakukan terhadap perspektif perempuan di dalam sebuah karya sastra. Sebut saja penelitian yang dilakukan oleh Tineke Hellwig dalam bukunya yang berjudul ‘’In the Shadow of Change’’: ‘’Citra Perempuan dalam Sastra Indonesia’’ yang mengangkat citra perempuan Indonesia dalam karya prosa fiksi Indonesia mulai zaman sebelum perang hingga tahun 80-an yang ditinjau dari berbagai sudut pandang terutama dari segi sosiologi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya pergeseran peran perempuan sebagai jenis kelamin kedua di tengah masyarakat.

Penelitian lain dilakukan oleh Elis Suryani NS dan kawan-kawan yang melakukan kajian terhadap kedudukan perempuan di dalam karya sastra Sunda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa motif tingkah laku tampak pada tokoh wanita sebagai sosok wanita tradisional Sunda.

Dalam hubungannya dengan latar, cara, dan tujuan dilakukannya suatu perbuatan atau tindakan, diperoleh sifat dasar, yaitu keterkaitan wanita akan lingkungannya. Tokoh wanita lebih menunjukan sikap reaktif. Dengan kelabilan hati serta potensinya yang emosional, mereka lebih mudah terpengaruh lingkungannya.

Di dalam sejarah kesusatraan Indonesia, roman Siti Nurbaya merupakan novel pertama yang mampu membuka cakrawala sastra Indonesia mengenai dunia perempuan. Selanjutnya disusul dengan novel Layar Terkembang yang juga mengangkat tema emansipasi perempuan. Di tahun-tahun berikutnya muncul karya-karya lain yang mulai nyaman membincangkan tema perempuan seperti La Barka, Burung-burung Manyar, Saman dan sebagainya.

Di samping novel, tema perempuan juga menghiasi karya-karya cerpen terkenal nusantara, di antaranya adalah ‘’Ni Iyik’’ karya Hamka, ‘’Rukmini’’ karya Suwarsih Djojopuspito, ‘’Tandus’’ karya S Rukiah Kertapati, ‘’Keluarga Gerilya’’ karya Pramoedya Ananta Toer, tahun 1950-1960, ‘’Kemenangan Ibuku’’ karya Abas Kartadinata, ‘’Perawan Tua’’, dan ‘’Pantai Menghilang’’ karya Subagio Sastrowardojo, ‘’Keputusan di Pagi Hari’’ karya Terbit Sembiring, ‘’Bawuk dan Marti’’ karya Umar Kayam, ‘’Kecubung Pengasihan’’, ‘’Rintrik’’, ‘’Salome’’, ‘’Armagedon’’, ‘’Berhala’’, ‘’Dinding Ibu’’, dan ‘’Pelajaran Pertama Seorang Wartawan’’ karya Danarto. Kumpulan Cerpen Nh Dini Dua Dunia, kumpulan Perjuangan dan Hati Perempuan karya Titi Said, kumpulan Cerpen Mereka Bilang Aku Monyet, kumpulan cerpen Namaku Massa dan sebagainya.

Rasionalisasi Pemilihan Tema Perempuan dalam Karya Sastra

Ibarat makanan, perempuan menjadi salah satu suguhan menu hidangan yang tak pernah basi dan selalu dicari para peminat karya sastra. Perempuan bahkan terkadang menjadi icon nilai komersil penjualan karya sastra. Hal ini bisa kita lihat pada penyajian sampul-sampul buku karya sastra yang selalu melulu menjadikan sketsa perempuan sebagai gambaran fisik. Mengapa perempuan menjadi sebuah menu yang seolah tak pernah basi? Ada beberapa jawaban yang bisa dijadikan alibi, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Perempuan sebagai objek yang kaya akan estetika

Perempuan bukan hanya bernilai estetis secara fisik, setiap ruang gerak, tutur kata dan perangai perempuan identik dengan nilai estetika. Nilai inilah yang kemudian menjadi titik temu yang sangat pas antara sebuah karya sastra sebagai karya estetika dengan objek perempuan tersebut. Maka tak heran jika seorang penulis karya sastra tak pernah alpa memasukkan tema-tema perempuan meskipun hanya sebatas tema sekunder atau tersier. Sebab disanalah kelengkapan nuansa estetika itu bisa dirasakan. Mereka yang terlalu mengagumi secara sempurna kesan keindahan pada perempuan bahkan tak jarang mengemukakan keindahan perempuan secara fisik dan batin di dalam karya-karyanya.

2. Konsumen sastra dari kaum perempuan yang cukup dominan

Tak bisa dimungkiri bahwa para konsumen karya sastra dari kaum perempuan menduduki jumlah angka yang cukup besar. Kedekatan emosional yang ingin dibangun seorang penulis terhadap para pembaca akan diupayakan semaksimal mungkin sehingga tidak ada jarak antara keduanya.

Dengan demikian, pembaca seolah akan kecanduan dengan sebuah tema yang sudah mengikat emosinya. Sebagai contoh, seorang perempuan akan merasa lebih tergugah emosionalnya ketika membaca sebuah karya sastra bertema poligami dalam sebuah pernikahan. Berbagai latar belakang, segmentasi usia, perbedaan status sosial kaum perempuan di tengah masyarakat berikut segala permasalahan hidup yang dihadapinya merupakan model ide dari sebuah karya sastra yang selalu menarik untuk digali.

3. Perempuan yang memiliki permasalahan komprehensif.
Terlepas dari nilai estetika yang dimilikinya, perempuan juga menyisakan beragam persoalan hidup yang tak pernah habis diperbincangkan dan tak kunjung terselesaikan secara tuntas. Karya sastra terkadang menjadi ruang alternatif penyelesaian masalah-masalah tersebut melalui beragam ide-ide kreatif seorang penyaji karya sastra. Sastra menjadi ruang tanpa batas untuk mengekspresikan dan mendeskripsikan persoalan perempuan yang mungkin sulit diungkapkan secara formal.

Perempuan sebagai hidangan karya sastra yang tak pernah basi semakin diperkuat dengan lahirnya para penulis perempuan yang secara gigih memperjuangkan karakter perempuan di dalam karya-karyanya. Persuasif penokohan yang dilakukan oleh seorang penulis perempuan tentunya merupakan perspektif perempuan yang memberi kekuatan pada karakter sebenar tokoh seorang perempuan. Hal ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi kaum perempuan itu sendiri, dimana ia mampu terepresentasikan secara lebih sempurna melalui imajinasi para penulis perempuan.

*) Nafi’ah Al-Ma’rab, Ketua Forum Lingkar Pena Wilayah Riau.
Dijumput dari: http://cabiklunik.blogspot.com/2013/03/perempuan-dalam-sejarah-sastra-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir