Rabu, 21 November 2012

Gemah Ripah Soloraya

Sartika Dian Nuraini
Solo Pos, 24 Sep 2012

Panjang-punjung, wukir pasir
Gemah-ripah, loh jinawi
(Wirjosemito, 1921, Laweyan)

Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri—Nyai Ontosoroh

Perlukah “feminisasi kemiskinan” yang bisa dialami perempuan-perempuan Jawa? Pertanyaan ini mungkin ganjil, dengan bahasa yang terdengar aneh, tapi perlu untuk mengingat, mengapresiasi, dan meneladai peran perempuan dalam perekonomian, kesuksesan dan kemakmuran Soloraya. Jawabannya: Ya, tapi perempuan Jawa tidak perlu belajar feminisme dalam bidang ekonomi sebagai bentuk engendering empowerment untuk mengarusutamakan pemberdayaan gender sampai ke luar negeri.

Kita harus melihat mbok-mbok yang berjualan beraneka ragam komoditas tradisional di pasar-pasar tradisional, kerja-kerja pembuatan batik di sentra industri batik Laweyan, saudagar-saudagar pakaian atau tekstil di pasar-pasar atau di toko-toko, pekerja-pekerja perempuan di pabrik-pabrik, para petani perempuan di sawah-sawah, atau kuli perempuan yang bekerja mengangkut barang-barang berat bersama para lelaki di kampus saya, dan sebagainya. Atau para perempuan Jawa yang menduduki kursi manajer atau pemilik sebuah perusahaan. Mereka rata-rata sudah melakoninya sejak masih muda. Sebuah dedikasi tinggi dan kontribusi besar bagi Jawa khususnya Soloraya. Mereka mungkin tidak terdata secara sistematis tapi mereka mampu menutupi angka kemiskinan dan pengangguran.

Teladan women entrepreneurship Jawa bukan RA Kartini yang berasal dari keluarga ningrat. Perempuan dalam keluarga ningrat seperti RA Kartini memang dalam tradisi Jawa tak banyak memiliki peran ekonomi yang publik yang kuat sebagai pelaku. Kekayaan sudah diturunkan melalui kekuasaan bukan kerja keras. Kita harus mencarinya dalam teladan perempuan-perempuan desa atau perempuan-perempuan petani.

Etos perempuan

Kekurangan perempuan Jawa dalam menumbuhkan kemakmuran Jawa barangkali adalah etos kerja tinggi yang tidak diimbangi oleh pengetahuan masalah manajerial usaha seperti yang sering kita temui dalam sistem pasar tradisional. Tokoh Sanikem atau Nyai Ontosoroh dalam Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer adalah sebuah kritik atas kelemahan manajerial perempuan Jawa sekaligus sintesa etos kerja perempuan Jawa yang bertemu dengan ilmu manajerial usaha Barat.

Nyai Ontosoroh dalam novel Pram barangkali hanya sebuah cerita fiksi, tapi sebenarnya juga adalah sebuah cerita nyata yang diambil dari kisah nenek Pramoedya sendiri yang ditambahi dengan sekian pengatamatan terhadap etos kerja perempuan Jawa. Nyai Ontosoroh terus belajar manajerial usaha baik dari produksi, pengemasan, sampai pada distribusi komoditas perusahaan yang mencapai luar negeri. Nyai Ontosoroh menjadi perempuan pengusaha yang paling handal, berpengetahuan, berpengalaman, dan akhirnya menjadi perempuan paling kaya di Jawa Timur pada masanya.

Nyai Ontosoroh mungkin masih dianggap tokoh fiksi, maka kita bisa menengok para Mbok Mase Laweyan. Dalam penelitian tesisnya tentang pengusaha batik di Laweyan awal abad XX, sejarawan Solo Soedarmono (2006) mengatakan bahwa peran ibu rumah tangga Mbok Mase dalam urusan keuangan, ketentuan jumlah produksi, sampai pada proses pendistribusian barang ke tangan konsumen hampir sepenuhnya berada di tangan mereka. Mereka mengambil peranan sampai 75% dalam proses produksi dan distribusi dan hanya istirahat tujum jam dalam sehari semalam.

Mereka bekerja penuh dengan kebebasan dan tidak terikat oleh kekuasaan. Keberhasilan usaha mereka diperoleh dari nilai kebebasan untuk mengatur bisnis mereka sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Para ibu Mbok Mase memiliki rasa percaya diri, hemat, tidak tertarik pada gaya hidup yang berfoya-foya dan tidak gila hormat. “Semuanya itu tergantung di tangan saya, di semangat saya (dengan menunjuk dadanya)…” kata salah satu Mbok Mase dalam wawancara penelitian Soedarmono. Sebutan Mbok Mase dalam perusahaan keluarga batik Laweyan adalah satu perwujudan simbol kekuasan mereka di mata masyarakat.

Melampaui tangan

Tentu saja Soloraya tidak hanya punya Mbok Mase. Soloraya saya yakin masih punya banyak potensi yang masih dikandung perempuan, seperti dalam pertanian, kuliner, kosmetik, perkebunan, jajanan tradisional, jamu tradisional, kerajinan tangan, kosmetik tradisional, dan sebagainya. Sebagian adalah pengolahan potensi alam, sebagian olah kreativitas, sebagian adalah warisan turun temurun.

Permasalahannya adalah sering tidak tersentuhnya semua itu oleh teknologi modern baik yang dibuat sendiri atau diimpor seperti yang terjadi dengan teknologi cap di Laweyan, pengetahuan organisasi perusahaan yang tidak memadai, dan ilmu pengetahuan untuk mendukung wacana ilmiahnya secara medis terutama. Bukan faktor etos kerja yang lemah atau kurang. Saya pernah melihat satu keluarga penjual jamu yang sudah mencapai keturunan ke tiga yang khusus untuk ibu yang sedang hamil, melahirkan, dan untuk bayi. Mereka masih menggunakan metode produksi dan distribusi tradisional. Dalam bayangan saya, alangkah besar pengaruhnya dan menfaatnya jika jamu warisan keluarga itu bisa dimodernisasi dalam satu perusahaan modern.

Maka, peran lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat khususnya yang peduli dengan perempuan, peran pemerintah untuk modal dan proteksi ekonomi, para pemilik modal, dan seterusnya untuk mencari, memfasilitasi, membesar mereka, tentu dengan sikap yang adil dan bertanggungjawab bukan malah mengambil menfaat secara muslihat. Dengan melampaui tangan dan tidak hanya untuk kepentingan tangan sendiri, dengan etos perempuan Jawa, ilmu pengetahuan, organisasi modern perusahaan, dan bantuan teknologi, maka panjang-punjung, wukir pasir; gemah-ripah, loh jinawi bisa menghampiri Soloraya!

*) Mahasiswa Sastra Inggris UNS Solo
Dijumput dari:  http://www.soloposfm.com/2012/09/lomba-artikel-solopos-bi-gemah-ripah-soloraya/

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir