Rabu, 11 Juli 2012

Pengantar Memasuki Dunia Sastra

Denny Mizhar
http://sastra-indonesia.com/

“Sastra tidaklah lahir dari sebuah kekosongan. Ia mengada setelah melewati proses yang rumit yang berkaitan dengan persoalan sosio-budaya, politik, ekonomi, bahkan juga ideology dan agama” (Maman S. Mahayana).

Memasuki dunia sastra itu menurut saya memasuki dunia yang penuh dengan keindahan dan makna di dalamnya ada bahasa, simbol, ekpresi-ekpresi pengalaman juga pemikiran manusia terhadap obyek keindahannya. Lalu apa definisi sastra itu pada umumnya, mari kita coba telisik: Sastra (Sangsekerta: shastra) merupakan serapan dari bahasa sangsekerta:
sastra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman” dari kata dasar sas- yang berarti “intruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Selain itu dalam arti kesusastraan sastra dapat dibagi menjadi sastra tertulis dan sastra lisan (oral). Adapun yang termasuk sastra menurut Binar Agni (2008) adalah pantun, puisi, sajak, pribahasa, kata mutiara, majas, novel, cerita/cerpen (tertulis/lisan), syair, sandiwara/drama. Selain itu menurut Menurut Sumardjo dan Sumaini, definisi sastra adalah seni bahasa, ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam, ekspresi pikiran dalam bahasa, inspirasi kehidupan yang dimaterikan dalam sebuah bentuk keindahan, semua buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang benar dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan dan bentuk yang mempesona. Ternyata luas sekali apa itu definisi sastra dan tentu masih banyak lagi definisi sastra menurut para ahli. Sekiranya itu dulu untuk mengenal apa yang dinamakan sastra.

Jika kita sudah mengetahui sekilas apa itu sastra, alangkah baiknya juga mengenal para penulis sastra. Saya akan mencoba memperkenalkan beberap sastrawan mulai dari angkatan balai pustaka: Marah Rusli dengan karyanya Siti Nurbaya, La Hami; Abdul Muis dengan karyanya Salah Asuhan, Surapati; Sutan Takdir Alisjabana dengan karyanya Tak Putus Dirundung Malang, Anak Perawan di Sarang Penyamun; Hamka dengan karyanya Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tengelamnya Kapal Van der Wijck dan masih banyak yang lainnya. Pada era ini sebenarnya tidak hanya ada sastrawan Balai Pustaka Saja tetapi ada juga bacaan “Liar” misalnya seorang wartawan bernama Mas Marco Martodikromo, Ia berkali-kali dijatuhi hukuman oleh pemerintah jajahan Belanda adapun karyanya yang berjudul Mata Gelap, Syair Rempah-Rempah dan masih banyak lagi.

Setelah itu ada periode Pujangga Baru yang muncul karena adanya sensor dari Balai Pustaka terhadap karya sastrawan pada masa itu di antaranya: Arminj Pane dengan karyanya Belenggu, Jiwa Berjiwa; Tengku Amir Hamzah dengan karyanya Nyanyi Sunyi, Buah Rindu; Sanusi Pane dengan karyanya Pancaran Cinta, Puspa Mega; Muhamad Yamin dengan karyanya Ken Arok dan Ken Dedes, Tanah Air; Roestam Effendi dengan karyanya Pertjikan Permenungan, Bebasari (toneel dalam 3 pertundjukan) adapun nama yang termaktub dalam periode Balai Pustaka juga muncul kembali ada Sutan Takdir Alisjabana.

Setelah masa Pujangga Baru muncul Angkatan ’45. Angkatan ini karyanya diwarnai dengan gejolak – sosial politik adapun nama-nama pada periode angkatan ’45 adalah Chairil Anwar dengan karyanya Kerikil Tadjam, Deru Campur Debu; Idrus dengan karyanya Dari Ave Maria ke Djalan Lain di Roma, Aki; Pramoedya Ananta Toer dengan karyanya Bukan Pasar MalamGadis Pantai, Mereka Yang Dilumpuhkan, Mochtar Lubis dengan karyanya Tidak Ada Esok, Harimau-Harimau!; dan masih banyak lagi.

Kemunculan H.B Jassin memberikan dampak kemunculan sastrawan Angkatan 50-an dengan karya yang banyak didominasi puisi dan cerpen selain itu pada masa ini muncul gerakan Lekra (Lembaga Kebudyaan Rakyat). Adapun nama dan karya pada angkatan 50-an adalah Ajip Rosidi dengan karyanya Cari Muatan, Tahun-Tahun Kematian; A.A Navis dengan karyanya Hudjan Panas, Robohnya Surau Kami; 8 tjerita pendek pilihan; Nh. Dini dengan karyanya Dua Dunia, Hati jang Damai; Ramadhan K.H dengan karyanya Api dan Si Rangka; Sitor Sitomorang dengan karyanya Dalam Sadjak, Pertempuran dan Saldju di Paris; Subagio Sastrowardojo dengan karyanya Simphoni; W.S Rendra dengan karyanya Balada Orang-Orang Tertjinta, Empat Kumpulan Sajak. Angkatan 50-an disambut dengan angkatan 66-70-an adapun nama-nama Goenawan Muhammad dengan karyanya Interlude,Parikesit; Sapardi Djoko Damono dengan karyanya Dukamu Abadi, mata Pisau dan Akuarium; Umar Kayam dengan karyanya Seribu Kunang-Kunang di Mahattan, Sri Sumarah dan Bawuk; Arifin C Noor dengan karyanya Tengul, Sumur Tanpa dasar; Calzoum Bachri dengan karyanya O Amuk Kapak, Abdul Hadi WM dengan karyanya Laut Belum pasang, Meditasi, Putu Wijaya dengan karyanya Telegram. Sehabis itu muncul Angkatan 80-an dengan nama-nama Remy Silado, Seno Gumirang Adjidarma, Pipiet Senja, Kuniawan Junaidi, Tajidun Noor Ganie dan lain sebagainya.

Reformasi juga memberi penanda kemunculan angkatan diantaranya ada Ahmadun Yosi Herfanda, Acep Zamzam Noer, dan lain sebagainya. Hingga angkatan 2000-an mereka yang lama menulis muncul pada catatan angkatan di antaranya ada Afrizal Malna, Ayu Utami, Dorothea Rosa Herliany. Setelah itu yang paling kontemporer yaitu era Cyber pada era ini banyak sekali kemunculan sastrawan-sastrawan diantaranya ada Saut Sitomorang, Nanag Suryadi, Hasan Aspahani dan lain sebagainya. Tentu saja masih panjang jika dijabarkan nama-nama sastrawan lainnya dan tidak termaktub dalam periodesasi sejarah sastra yang ditulis oleh para penulis sejarah sastra pun juga yang saya jabarkan di atas.

Begitu banyak para sastrawan di Indonesia, apa lagi di era Cyber saat ini. Jika kita masuk akan segera menjumpai ribuan penulis sastra. Apa yang menarik dengan sastra hingga banyak peminatnya. Tentu saja ada yang menstimulus untuk memasukinya. Sastra adalah seni menulis dan berkata-kata, siapapun memiliki kemampuan asalkan dapat membaca dan menulis dan mendengar dengan cara apapun. Sastra adalah dunia yang lentur semua pandangan dapat diutarakannya. Tentu saja semua tidak lahir dari dunia yang hampa, ada ruang pijakan secara personal ataupun sosial. Seperti yang saya kutip di atas apa yang ditulis oleh Maman S.Mahayana. Dengan simbol dan misteri bahasa yang dimiliki oleh penulis akan banyak memberikan arti dan tidak tunggal. Selain itu sastra juga dapat memberikan motivasi, ajaran, refleksi pada pembaca. Refleksi dari masa lalu, pandangan masa datang ataupun kekinian. Imajinasi menjadi penting dalam menulis sastra, Karena dengan Imajinasi akan dapat menulis banyak hal. Obyek yang kita lihat disekitaran dapat ditulis dan menjadi hidup dalam tulisan. Selain itu membaca adalah hal yang utama bagi penulis yang berkeinginan meningkatkan kualitasnya. Sejarah perlu dibaca untuk mengetahui diri penulis ada di mana. Pencapaian bahasa, tema juga perlu untuk dikembangkan dari situ seorang penulis akan menciptakan originilitas. Bagi penulis pemula yang terpenting adalah menulis, menulis dan menulis.

Bahan Bacaan:
Agni Binar, Sastra Indonesia Lengkap. Hi-Fest Publishing, Jakarta 2008
Aspahani Hasa. Menapak Ke Puncak Sajak. Penerbit Koekoesan, Depok 2007
Rosidi Ajip, Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bina Cipta, Bandung 1968
http://www.scribd.com/doc/31552799/Pengertian-Sastra-Menurut-Para-Ahli, www.sastra-indonesia.com

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir