Sabtu, 24 September 2011

Angin September*

Pringadi AS
http://reinvandiritto.blogspot.com/

(Aku ucapkan salam, dari lubuk terdalam)

Langit-langit, lalu langit.

Kautahu, angin September selalu menawarkan cinta; asmara muda berwarna jingga, cumbu anomali pada pancaroba. Bimbang. Nada sumbang. Lebih hampa dari kemarau yang ingin segera hilang; hujan menggempalkan kerinduan.

Dan kita masing-masing berdiri di sini, terenyuh memori. Kautahu, padanya aku pernah mengejar berlarik puisi: derap-derap kaki yang telanjang, langkah lugu malu-malu. Berjingkat di tiap malam, hendak mencuri sebait rindu. “Permisi bu, boleh saya mencuri rindu?” tanyaku lugu. Pukul yang kuraih, bukan restu. Dan kautahu, derap-derap kakiku tak lagi bisu. Lahirkan debu-debu di sepanjang jalan kupulang, dengan kepala tertunduk seolah pungguk yang lepaskan harap kerinduan pada rembulan.

Tidak, aku tak terus menyerah. Aku tak langsung pasrah meski kuaku gundah. Aku malah terus berlari mengejar romantisme yang ingin kusejati. Aku semakin dekat padanya. Kautahu, bahkan aku sudah melihat punggung rindu – tolehkan mukanya kepadaku. Dia berhenti – menatapku. Harap ia tak lagi menjauh. Tapi tangan angkuh itu menggamitnya, senyum sinis padaku. Ia, laki-laki yang mencuri rindu. Menhilangkan harap yang pernah kugantung di langit biru. Hancurkan rasa seorang lugu. Dan akhirnya, rinduku merandu seperti kapas-kapas putih melayang cipta bayang – tak bisa kuraih.

… Ya, itu kisahku dulu. Kau?

Bahkan Tuhan tak mampu mengubah masa lalu bukan?

Kautahu, cinta itu bukan sekedar pemberian. Tetapi juga penerimaan. Kau juga pasti tahu, aku mencintaimu. Begitu bukan? Kabarnya wanita memiliki indra perasa yang lebih sensitive dari kami – para pria. Indra yang kumaksud bukan kulit alat peraba atau lidah pengecap rasa. Kautahu itu dengan jelas kan?

Kau mungkin tersenyum (atau menertawakanku) yang menganggapmu seolah serba tahu. Kautahu(lagi-lagi), aku tak biasa menulis surat semacam ini. Aku lebih memiih untuk mengerjakan integral lipat tiga dibanding mengunkapkan perasaan ini. Tapi cinta bukanlah pilihan. Cinta adalah keinginan, atau … kebutuhan! Bukan berarti aku ingin menggugat Maslow yang tidak memasukkan cinta sebagai kebutuhan dasar manusia di dalam teori hierarki kebutuhannya.

Ah, sebentar … aku ingin menghela nafas sejenak …

Kau masih ingat dengan Distribusi Bernoulli? Atau kau belum/tidak mempelajarinya? Distribusi Bernoulli adalah percobaan acak yang hasilnya hanya dikategorikan dalam dua kategori: ‘sukses’ dan ‘gagal’. Atau, probabilitas yang ada, (p) dan (1-p). Sekarang aku membayangkan, apakah tindakanku menyatakan perasaan kepadamu ini adalah satu dari sekian n percobaan, atau menjadi satu-satunya dengan X(sukses) =1 ?

Kau bingung?

Kalau iya, baguslah. Aku sengaja membuatmu bingung.

Hehehe … (akhirnya aku bisa tertawa)


Sabriani Suci Zasneda …

Kadang aku merasa geli sendiri, satu tahun kita bersama dalam satu kelas TPB, tapi dapat dihitung dengan jari berapa kali kita saling bertegur sapa. Kautahu, aku masih selalu mengingat setiap momen dimana kau dan aku bertatap muka. Aku masih ingat bagaimana pertama kali kita bertemu. Bukan pertemuan yang istimewa. Aku tidak langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak begitu (sungguh). Butuh beberapa kali tatapan untuk menyadari kau tidak biasa. Ya, kau istimewa. Setidaknya di mataku begitu …

Kauingat, aku sering duduk tepat di belakangmu, atau kadang di sampingmu.

“Maaf, boleh aku pinjam tip-ex?” begitu kalimat pertama yang kuucapkan padamu. Dan dengan cueknya, kau menyodorkan tip-ex berwarna merah dengan tanpa menatapku. Pandanganmu tetap bersikukuh pada De Gauss, julukan untuk dosen kalkulus kita waktu itu. Padahal aku menanti mataku beradu pandang dengan matamu…

Untuk menantikan kudengar suaramu pun hanya kudapatkan di sebuah presentasi mata kuliah olahraga. Kau maju dengan busana berwana krem (kalau tidak salah). Begitu anggun. Rasanya ingin dunia ini hanya ada kau dan aku (yang lain ngontrak aja). Tadinya kupikir suaramu begitu lembut. Tapi ternyata bisa dibilang cempreng. Hehe… Tapi aku tetap mencintaimu kok …

Begitulah hari-hariku, selalu memperhatikanmu. Sampai kupikir kau menyadari bahwa aku memperhatikanmu. Entah, kau menghindar dariku. Tidak pernah lagi memilih untuk duduk di dekatku. Ketika aku di depan, kau pilih belakang. Begitu sebaliknya. Apa benar firasatku… kautahu perasaanku padamu?

Tanpa sadar satu tahun berlalu. Dan kautahu, aku ingin pergi dari tempatku kini. Institut Terbaik Bangsa … mungkin aku akan merindukannya, juga merindukanmu pastinya (karena mungkin kita takkan lagi saling bertemu). Kau tidak bertanya aku mau ke mana? Hmm, aku mau ke sekolah tempat pencetak para birokrat (katanya), yang kautahu, salahsatu tugasnya mengaudit harta para pejabat. Doakan aku ya …
Sabriani …, ada sebuah puisi dari Ibnu Adam Avicena (kalau tidak salah) :

Kalau engkau bunga, bisakah mekar selamanya ?
Kalau engkau bulan, bisakah bersinar selamanya?
Kalau engkau cinta, bisakah menjaga selamanya?
Kalau tidak bisa, bisakah bisa?

Maksa ya? “Kalau tidak bisa, bisakah bisa?”

Sabriani …

I do … I do really love you…



Seperti yang kuungkap di awal, ada sekelumit kisahku dulu. Bukan apa-apa, aku hanya ingin kautahu bahwa aku telah membuka diriku untukmu. Terserah padamu, mau memasukinya atau tidak. Kau sudah kuberikan kuncinya. Kau bisa saja menutup pintu yang sudah kubuka, menguncinya rapat-rapat, lalu melempar kuncinya kembali ke dalam, atau malah membuangnya. Itu terserahmu …

Hah … Kalau saja suaraku merdu, aku ingin menyayikan sebuah lagu untukmu. Kalau saja aku bisa memainkan alat music, aku memilih biola untuk kuperdengarkan kepadamu. Kalau saja aku memiliki harta berlimpah, tentu saja aku akan menabungnya di bank (lho?)

… Apa kau juga tertawa?

Ah, sudah. Lelah jariku mengikuti nafas dan detak jantungku. Malam sudah larut. Cintaku takkan surut. Kalau kita berjodoh, kita akan bertemu lagi …

Salam hangat, dari seorang perindu yang cemas.

prince_math2005@students.itb.ac.id

(sengaja kutuliskan emailku, agar kau mau membalas surat ini. Atau jangan-jangan kau tak tahu namaku karena kita belum pernah berkenalan secara resmi?)

*) Termuat dalam buku Kepada Cinta (Gagas Media, 2009)

Pringadi Abdi Surya (semenjak terbit antologi Puisinya “Alusi” oleh penerbit PUstaka puJAngga, Juni 2009, mengubah nama penanya: Pringadi AS). Lahir 18 Agustus 1988. Beberapa kali memenangkan lomba cerpen seperti HOLY Award dari kabarindonesia dan juara harapan di kolomkita. Puisi-puisinya juga pernah dimuat di beberapa portal sastra seperti kompas.com dan fordisastra.

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir