Senin, 22 November 2010

Virus Nulis Buku di Kalangan Mahasiswa

Nurudin*
http://www.jawapos.co.id/

KALAU dosen menulis buku, itu hal yang biasa. Tetapi bagaimana jika mahasiswa S1 yang masih kuliah menulis buku? Itu yang luar biasa. Geliat penulisan buku oleh mahasiswa sedang menggejala di beberapa perguruan tinggi. Setidaknya, hal demikian dibuktikan dengan terbitnya tiga buku karya mahasiswa komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang baru saja di-launching. Yakni; (1) Jejak Pers: Tapak-Tapak Kaki Kuli Tinta Mencari Jati Diri, (2) Kuda Troya Media Massa, dan (3) Kutu-Kutu Media, Seksualitas dalam Globalisasi Media.

Beberapa saat sebelumnya di-launching pula buku karya mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dengan judul Menelanjangi Film Indonesia. Lalu karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; (1) Internet Invation (Internet as Public Sphere), (2) Behind the Sex, (3) Hitam Putih Media, (4) Ketika Media Menguasai Kita, Sampah Pariwara Indonesia, dan (5) Teroris Iklan. Sementara itu, di Universitas Islam Indonesia (UII) ada (1) Ketika Perempuan Tidak Dimaknai secara Bijak, (2) Dari Lapangan Hijau sampai Senayan, dan (3) Media dan Aktor Politik dalam Komunikasi Politik.

Yang mengejutkan, buku-buku yang dihasilkan tersebut berasal dari makalah-makalah dalam mata kuliah tertentu. Jadi, makalah-makalah itu diedit bersama-sama kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dan diedarkan di pasaran.

Proses Intelektual

Buku-buku karya mahasiswa itu jelas punya kelebihan dan kekurangan. Kekurangan yang sangat terasa, karya mereka tidak bisa lepas dari plagiatisme. Tidak sedikit dalam tulisan mahasiswa itu yang hanya copy paste dari karya orang lain. Ini tentu sebuah kemunduran karena mereka adalah intelektual muda. Tetapi dalam proses belajar, hal demikian masih susah dihilangkan.

Kekurangan yang lain, buku-buku itu sekadar kumpulan tulisan. Namanya saja kumpulan tulisan, kekurangan yang terasa adalah terjadinya pengulangan-pengulangan. Ini tak bisa dihindari karena kemampuan mereka hampir sama. Lain jika penulis itu mempunyai minat budaya baca tinggi.

Sementara itu, kelebihannya antara lain; pertama, buku dari makalah mata kuliah itu bisa mendobrak kebekuan proses belajar-mengajar kuno yang selama ini dilakukan. Proses belajar-mengajar selama ini kebanyakan hanya ceramah (kalau memungkinkan diskusi), ujian lalu mendapat nilai. Setelah nilai keluar, semua pelajaran lupa. Dengan menulis buku, proses pembelajaran akan dialihkan ke sebuah produk (tidak hanya nilai akhir saja). Dengan demikian, selama kuliah mahasiswa tidak hanya membanggakan nilai, tetapi ada kebanggan lain. Tidak saja berproses dalam menggali ilmu pengetahuan, tetapi juga mempublikasikannya dalam bentuk buku. Kampus, tentu perlu mendukung proses pembelajaran model begini.

Kedua, menggelitik dosen untuk menulis buku. Buku-buku karya mahasiswa, lepas dari kekurangannya akan menggelitik dan menohok –untuk tak menyebutkan mengolok-olok– dosen-dosen yang belum mempunyai buku. Ini tentu saja, jika mereka tergelitik. Namun akan tidak mempan pada dosen-dosen yang selalu menganggap sinis sebuah proses yang dilakukan di sekitarnya. Tidak menjadi soal jika dia bukan dari kalangan sivitas akademika.

Sekarang, jika saya ingin mendorong kolega dosen untuk menulis buku, saya cukup menyodorkan buku-buku karya mahasiswa tersebut. Saya tidak perlu lagi banyak berbicara macam-macam soal penulisan buku itu. Saya seolah menohok ke mereka, ”Yang penting jangan banyak bicara saja, buktikan.” Talk less do more (meminjam moto sebuah iklan rokok).

Ketiga, yang tidak kalah pentingnya proses intelektual di kalangan mahasiswa jalan terus. Bagi saya, saya lebih menghargai proses daripada hasil. Perkara hasilnya bagus atau jelek, itu soal nanti. Yang penting proses jalan terus. Artinya, proses pergulatan pemikiran di kalangan mahasiswa untuk sampai ke produk sebuah buku harus tetap jalan. Sebagai pengampu mata kuliah, saya tidak mewajibkan mereka untuk mencetak secara luks buku-buku karyanya. Difoto-copy pun tidak masalah. Sekali lagi, yang penting proses jalan terus.

Tuliskan, Apa pun Hasilnya

Tentu saja, mendorong dan menggeluti dunia menulis bagi mahasiswa saat ini tidak gampang. Mengapa? Mahasiswa saat ini tengah berada dalam budaya massa yang instan. Televisi menciptakan budaya instan, sementara HP dan internet semakin memperkuat identitas itu. Pengalaman saya mengajar, jika mahasiswa ditugaskan untuk membuat makalah atau paper, mereka cukup pergi ke warnet, browsing, lalu copy paste, jadilah kompilasi tulisan yang diberi judul makalah atau paper. Cukup mudah bukan? Mereka jarang yang langsung pergi ke perpustakaan, mengkajinya, kemudian menuliskannya. Inilah salah satu gejala generasi instan.

Atmosfir menulis, apalagi menulis buku, di kalangan mahasiswa harus terus dipupuk. Di sini dibutuhkan good will dari banyak pihak. Tidak saja kampus, tetapi juga dosen-dosenya. Jadi, mahasiswa membuat makalah atau paper tidak lagi menjadi sebuah tumpukan kertas yang akhirnya dijual ke pasar loak.

Virus menulis, sekecil apa pun, perlu terus ditularkan. Gairah kepenulisan buku di kalangan mahasiswa jangan dibendung. Para dosen bisa terus menganjurkan mahasiswa menulis dan menerbitkan tulisan-tulisannya. Ini tentu bukan soal gagah-gagahan atau sok bisa. Tetapi ini sebuah proses pembelajaran baru yang lebih mencerdaskan mahasiswa.

Dalam posisi ini saya jadi ingat pendapat Pramoedya Ananta Toer (Pram), ”Menulislah. Selama engkau tidak menulis, engkau akan hilang dari masyarakat dan pusaran sejarah.”

*) Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir