Senin, 15 November 2010

Antara Tegal, Cilacap, dan Hong Kong

Xu Xi (Sussy Komala)
Pewawancara: Ignatius Haryanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ia dikenal sebagai Xu Xi, tapi di kartu namanya tertera Sussy Komala. Penulis perempuan yang kini tinggal di Hong Kong dan New York ini memang punya latar belakang Indonesia: ayah dari Tegal, ibu dari Cilacap.

Xu Xi atau Sussy, 48 tahun, mungkin tak cukup populer di Indonesia. Tapi pengarang dari Hong Kong yang berbahasa Inggris ini telah menyemai banyak pujian. Majalah Far Eastern Economic Review memberikan pujian superlatif untuk bukunya yang pertama, Chinese Walls (1994). Sedangkan Asiaweek menyebut buku Daughters of Hui (1996) satu dari sepuluh buku terbaik tahun itu. Desember lalu, ketika ia datang ke Jakarta untuk mempromosikan buku-bukunya di Toko Buku QB Kemang, wartawan TEMPO Ignatius Haryanto mewawancarainya. Berikut petikannya.

Sebenarnya apa ide utama dalam novel-novel Anda?

Novel-novel saya terdiri dari beberapa tema. Buku saya yang pertama, Chinese Walls, banyak bercerita tentang keluarga, arti sebuah keluarga. Istilah chinese walls berasal dari dunia bisnis. Ada dua kelompok dalam bisnis. Yang satu misalnya investor, dan yang kedua kreditor. Mereka tidak bisa berbicara satu sama lain karena adanya chinese walls, tembok yang merintangi dua kelompok ini dalam berkomunikasi. Nah, saya menggunakan ide ini untuk berbicara tentang keluarga. Ada banyak titik perbedaan dan rintangan dalam keluarga. Misalnya tentang nilai-nilai tanggung jawab, kewajiban, dan rasa kehilangan.

Termasuk nilai-nilai dalam seksualitas?

Memang saya banyak menulis masalah yang berkait dengan soal seks. Keintiman yang saya maksud ini tidak hanya menyangkut pria dan wanita, tapi juga antara wanita dan wanita, atau lelaki dan lelaki. Karena itu, sering saya dikenali sebagai penulis seks. Tapi yang saya maksud dengan seks atau keintiman sebenarnya hanyalah suatu entry point untuk bicara tentang hal yang lebih luas, misalnya pertarungan antargender. Artinya, jika ada seorang perempuan dan seorang lelaki bertemu, pastilah terjadi sesuatu. Pada dasarnya saya senang memperhatikan orang, mengetahui apa yang menjadi latar belakang mereka, dan kemudian juga melihat bagaimana mereka beraktivitas. Nah, dengan menulis ini, saya menuangkan kesenangan saya memperhatikan mereka tersebut.

Tadi Anda menyebut banyak persoalan di dalam keluarga. Tapi bukankah itu bagian dari tema klasik Barat lawan Timur?

Inilah globalisasi. Ada anggota keluarga yang pergi ke luar negeri karena hendak belajar, bekerja, atau karena tekanan politik. Tapi, selain benturan, saya juga menulis soal pertemuan antara kedua kebudayaan itu. Coba lihat, pada 1960-an, pasangan Barat-Timur biasanya mengacu pada lelaki Barat yang menikahi wanita Asia. Nah, sekarang saya kira kenyataannya sudah banyak bergeser, misalnya perempuan Barat menikahi pria Timur. Ini kan semacam perimbangan kekuasaan (balance of power). Dulu tak banyak wanita Barat yang dikirim ke Asia. Kini banyak wanita Barat yang pergi ke Asia dan mencari pasangan lelaki Asia.

Bagaimana dengan latar belakang keluarga Anda sendiri?

Ayah saya seorang guru pada zaman Jepang. Tapi kemudian setelah kemerdekaan, tahun 1947 atau 1948, ayah saya meninggalkan Indonesia, kemudian pergi ke Shanghai dan kuliah di sana. Tapi ketika Partai Komunis Cina berkuasa, pada 1949, ia kembali ke Hong Kong. Ibu saya datang ke Hong Kong 3-4 tahun sebelum ayah saya; ia bersekolah di Singapura, setelah itu pindah ke Hong Kong untuk melanjutkan studinya. Ibu saya sangat independen, berani dan berkeras untuk menyelesaikan pendidikannya. Ia pergi ke Hong Kong sendirian. Jadi, ayah-ibu saya bertemu di Hong Kong. Pada saat itu tidak banyak orang Indonesia di sana, lalu mereka saling kenal dan kemudian menikah.

Sebagai seorang penulis perempuan Asia, tantangan apa yang Anda hadapi?

Saya melihat sejumlah penerbit di Barat menginginkan buku tentang Cina yang ditulis dengan formula yang sama. Misalnya, salah satu penulis Cina yang dikenal di Barat adalah Amy Tan. Semua penerbit menginginkan buku lain dengan tema yang seperti telah ditulis Amy Tan. Padahal tiap penulis punya cerita yang berbeda, sehingga hal ini sangat menyulitkan bagi para penulis lainnya. Sementara itu, ketika muncul penulis baru yang memiliki gaya baru lalu sukses, lalu penerbit lain juga menginginkan adanya buku lain yang mengikuti gaya yang sukses tersebut. Ini sisi gelap dari industri buku, tapi demikianlah adanya. Saya merasa saya punya sesuatu yang ingin saya sampaikan dan saya terus berusaha dengan apa yang saya percayai ini.

Sulitkah menemukan penerbit tulisan Anda?

Awalnya memang demikian. Misalnya saya pergi ke London, menawarkan naskah saya, editornya mengatakan, "Topik yang ditulis menarik, tapi apakah kiranya ada orang yang mau membaca topik seperti ini?" Jadi, hingga tahun 1994 saya belum menemukan sebuah penerbit pun. Saya mendapat kesan, penerbit besar di London dan Amerika itu mau menerima buku yang ditulis oleh orang Barat tentang Asia. Tapi saya sadar, sebelum menemukan penerbit, saya belum bisa berdiri, dan untunglah saya menemukannya sewaktu pulang ke Hong Kong. Kini masih sulit untuk memasarkan buku di Amerika. Tapi itu tak terlalu buruk. Ada satu-dua universitas di Amerika mengundang saya ke sana.

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir