Senin, 04 Mei 2009

Kepenulisan Sastra dan Kewirausahaan

Uniawati*
http://www.kendaripos.co.id/

Pernahkah anda mendengar tentang kewirausahaan di bidang kepenulisan sastra? Barangkali dalam bidang ekonomi hal semacam ini tidak begitu asing didengar, tetapi dalam bidang kepenulisan sastra mungkin hanya segelintir orang yang memahaminya (kalau tidak bisa dikatakan tidak ada). Yang lazim orang pahami dalam bidang sastra adalah menulis sebuah karya yang bernilai sastra. Syukur kalau kemudian karya itu ada pihak yang berniat mempublikasikannya, sehingga karya itu dapat dikenal oleh masyarakat. Kalau tidak? Mungkin hanya akan jadi penambah koleksi karya pribadi yang tentu saja hanya diketahui olehnya sendiri.

Sesungguhnya, wilayah sastra memberi banyak peluang untuk dapat mengembangkan diri dan tentu saja dapat pula “memperkaya diri”. Lihat saja, sederetan nama pengarang seperti Ayu Utami, Djenar Mahesa Ayu, Dewi Lestari, dan beberapa nama lain penggelut sastra yang bisa menunjukkan eksistensinya di dunia kepengarangan. Jangan dilihat dari nama besar mereka saat ini, tetapi harus dipahami bagaimana proses yang mereka lalui untuk dapat sampai pada “kebesaran” nama mereka. Pramoedya Ananta Toer mengungkapkan bahwa segalanya bermula dari nol. Demikian pulalah kiranya keadaan yang dialami oleh mereka sebelum berada pada puncak ketenaran mereka sebagai seorang penulis. Mereka tentu saja memulai dari awal, dari keadaan di mana mereka belum lagi dikenal dan bukan siapa-siapa. Yang paling penting adalah niat dan tekad untuk berbuat.

Gambaran di atas paling tidak dapat menjadi suatu motivasi untuk berpikir bahwa kesuksesan itu diciptakan oleh kita sendiri. Bukan orang lain. Nah, kenapa kita kemudian tidak berpikir dan mencoba untuk percaya bahwa dunia sastra juga dapat menciptakan kemujaraban sehingga kita tidak memandang sastra itu sebagai momok menakutkan yang harus dihindari. Yang paling memprihatinkan adalah pendapat yang mengatakan bahwa menjadi seorang sastrawan itu sama saja dengan memasuki dunia orang gila. Bukankah dunia ini indah karena adanya sastra? Dari sini kita harus bernalar bahwa keindahan itu dinantikan oleh setiap orang. Untuk itu, kita harus bisa memanfaatkan keadaan ini untuk menyuguhkan keindahan pada setiap orang. Jangan berpikir bahwa tindakan ini ibarat seorang pelayan yang melayani majikannya. Sama sekali tidak. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana kita berbuat untuk memperoleh “hasil usaha” di samping bisa mempertahankan ideologi. Inilah sesungguhnya kelebihan seorang sastrawan yang tentu saja tidak dimiliki oleh pihak lain. Oleh karena itu, harus ditanamkan pemikiran bahwa kewirausahaan di bidang sastra merupakan suatu prospek yang menjanjikan selama kita giat menjalaninya.

Selama ini, ada semacam anggapan bahwa kewirausahaan lebih cocok dikemukakan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang ekonomi saja. Pandangan ini cukup beralasan kiranya. Sewaktu masih duduk di bangku kuliah, beberapa teman yang sama-sama memilih pendidikan di bidang sastra, rata-rata berkeinginan untuk menjadi guru begitu selesai menamatkan pendidikan. Sama sekali tidak ada yang berpikir untuk memilih jalur kewirausahaan. Kemungkinan mereka tidak memiliki keyakinan yang cukup akan kemampuan mereka untuk menekuni dunia kewirausahaan karena merasa jalur pendidikan yang ditempuh tidak sejalan dengan dunia wirausaha. Ketidakyakinan tersebut kiranya cukup untuk menggambarkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang kewirausahaan yang bisa dilakukan dalam bidang sastra. Dalam hal ini tidaklah terlalu disalahkan jika kemudian hanya segelintir orang yang ingin mengabdikan hidupnya untuk dunia sastra.

Patut dicatat bahwa dalam bidang ekonomi, kewirausahaan pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh laba atau hasil yang diharapkan. Demikian pula jika istilah ini dibawa ke dalam bidang sastra. Artinya, ada produktivitas yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan yang bernilai ekonomi dan bisa dijual. Di sinilah sesungguhnya letak tujuan dari sebuah produksi. Setiap orang tentu saja selalu punya keinginan untuk berkarya dan karyanya mendapat pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Termasuk di bidang sastra tentu saja. Adalah suatu kemunafikan jika ada seorang sastrawan berkarya hanya semata-mata demi menuangkan ideologinya semata tanpa mengharapkan suatu “penghargaan” dari pihak lain. Jika ada yang berprinsip seperti itu, maka patut kiranya kita menghela nafas atau mengurut dada. Sepertinya jangan terburu-buru untuk memegang prinsip demikian, sebab tidak ada suatu karya besar yang dapat dibaca oleh masyarakat jika tidak melalui proses yang panjang termasuk menerima suatu “penghargaan”. Kalau setiap hati mau jujur, pasti semua mengharapkan mendapat “sesuatu” dari karya yang diciptakannya hanya saja belum adanya jalan untuk meraihnya.

Menulis sebuah karya sastra yang baik dan bermutu adalah salah satu upaya untuk memudahkan menembus jaringan pemasaran buku-buku sastra. Jika telah berhasil masuk ke dalam kancah pasar, maka tentu saja matahari akan bersinar untuk anda. Jadi, dunia kepenulisan sastra janganlah sekali-kali dianggap sebagai lahan yang tidak menjanjikan apa-apa. Justru, di dalam lahan inilah setiap orang yang berusaha dan bergelut di dalamnya akan mengalami panen sepanjang masa. Bukan hanya sekadar sebagai penyalur hasrat ideologi semata, akan tetapi penghargaan, pengakuan, dan kekuasaan akan dapat terengkuh. Kita bisa menjadi gemilang tanpa ke luar dari dunia sastra. Asal saja usaha untuk menulis, menulis, dan menulis terus dan giat dilakukan tentu saja akan membuahkan hasil. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Bagaimana upaya yang dipilih untuk dapat menulis secara kreatif sehingga pembaca akan terkesan dan bersedia untuk “membeli” karya kita. Tidak sia-sia bukan?

*) Staf Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir