Selasa, 17 Februari 2009

Sajak-Sajak Fitri Yani

http://www.lampungpost.com/
Pesta Dansa

Dik, pertemuan kita ibarat pesta dansa
Penuh irama
Serupa anggur memabukkan
yang musykil dibuang setelah dituang
ke dalam gelas-gelas kesepian

Juli 2008



Seperti Batu di Jurang

Jurang itu memintaku
untuk tetap tinggal di situ
sementara langit begitu menghiba
menungguku tiba
tak pernah kulihat cahaya
hanya kelam
dan sebuah batu
aku tak begitu tahu
aku atau batu
yang lebih dulu di situ
di tempat amat dalam
lebih gelap ketimbang malam
tiba-tiba aku dikejutkan
oleh derai yang
memeluk tubuhku
ialah hujan
tempat petama kali kusimpan harapan
"pergilah, dan jadilah awan"
ujar batu kepadaku
tapi entah mengapa
aku merasa hampa
mungkin karena terbiasa
"apakah benar-benar
kau mencintai jurang ini?"
tanya hujan amat lirih
"entahlah hujan,
aku ingin sekali pergi"
"aku mencintaimu
aku ingin kau tetap di sini"
ujar jurang
mendengar pengakuanku
hujan pergi
meninggalkan genangan di kakiku
"di langit aku menunggumu"
serunya sebelum berlalu
tapi aku hanya ingin setia
seperti batu

Agustus 2007



Mimpi Pengantin

di langit yang tengah pesta pora cahaya
ada sepasang merpati mabuk asmara
bulu-bulu putih mereka berguguran
serupa hujan salju
menjadi suara-suara di sisi telaga bening;
auman singa, lolong anjing
kepak kelelawar, desis ular
"lihat, itu bulu-bulu kita!"
kata merpati pertama kepada pasangannya
(auman singa, lolong anjing
kepak kelelawar, desis ular
seketika terdiam)
tak lama kemudian
sepasang merpati yang tengah mabuk asmara
terbang merendah ke sisi telaga
meletakkan satu per satu telur mereka
lalu terbang lagi
sebelum lenyap
mereka sempat menoleh ke sisi telaga
seperti tak akan lagi berjumpa
"terbanglah dengan bulu-bulu putih itu kelak"
pesan sepasang merpati dengan mata bercahaya
sementara dari cangkang telur-telur itu
terdengar suara-suara;
"apakah kita satu keluarga?"
"entahlah, rahim kita berbeda"
"aku ingin ke luar saja"
ada yang bergerak-gerak, lalu cangkang pun retak

Juni-Agustus 2008



Penjaga Pelabuhan

"bapak, biarkan kami bersaksi
bahwa kau pernah menjadi ombak
di dada kami
kelak, kami kabarkan kepergian kepada burung laut
sebagai isyarat bagi pelabuhanmu
yang mulai tunai mengatakan perjumpaan"
debur ombak
bergemuruh di dada sepasang remaja
selalu ada tanda bagi segala yang akan tiba
lewat bayang karang dan matahari yang bertegur sapa

Tanjungkarang, Februari 2008



Enam Hari Setelah Tahun Baru

bahagiakah kau sekarang?
bertahun-tahun aku mencari jawaban yang tepat,
dari pesan-pesan singkat yang kau kirimkan
kutelusuri buku catatan lama kalau-kalau kau tinggalkan
isyarat atau semacam laknat jumpa pertama, namun tak juga ada
aku mencintaimu, entah bagaimana mulanya
aku hanya bangun sekali, dan tidur kembali setelah kau pergi
sedikit sekali kulihat kenyataan dalam terjaga yang begitu sebentar
selebihnya aku terus-menerus bermimpi
dan terus-menerus kulihat kau menjelma jurang
jurang yang amat dalam, lebih gelap ketimbang malam
apa pun tak bisa tumbuh di situ, sekali pun sebaris puisi
dan perasaan-perasaan yang kau tinggalkan
tak mampu mengantarkan tubuhku kepadamu
atau pun mengembalikan kau yang kian membatu
dalam sangkar waktu
adakah jembatan bagi asmara yang terlunta?
aku berbisik kepada langit,
ia kirimkan benih-benih bambu bersama musim-musim yang baru,
lalu benih bambu tumbuh seperti usia yang tak terduga
namun bambu bagiku hanyalah bambu; sembilu waktu
ia lebih mencintai rumpunnya ketimbang menjadi jembatan
bahagiakah kau sekarang?
bertahun-tahun kucari jawaban yang tepat
akh, adakah jawaban yang sebenarnya tepat untuk ditemukan
entah bagaimana caranya, terkadang ia amat kuat
dan lebih pandai mengatur pilihan
kau mungkin tak mengerti mengapa cinta adalah luka yang tersisa
seperti harum kopi di meja pagi hari.

Tanjungkarang. Desember 2008



Kisah di Jalan Tanah

di jalan tanah tengah malam
kau dan aku terantuk batu
yang diam sejak dua abad silam
percakapan hanya melintas-lintas
seperti suara angin yang bergerak lekas
dari celah ranting akasia yang renta
mukamu pucat
seperti bulan hampir bulat
lenganmu kaku merengkuh tubuhku
yang terjatuh berkelimun peluh
lalu menghapus embun
yang menitik di mataku
padahal sebagai perempuan
tak pernah kuminta apa pun padamu
selain tatapan yang lekat
sekejap nikmat bagi kebersamaan kita
saat pagi nanti tiba
kita akan berpisah
bukan lantaran asmara
sungkan memberikan belaian
namun kau bukan alasan
bagi kekasih yang kutinggalkan
jejaknya telah kusimpan
sejak awal pertemuan kita di jalan tanah ini
sebelum akhirnya terantuk batu
yang diam sejak dua abad silam
kau yakin aku tak akan menderita
karena dipaksa mengerti makna getar dada
yang tak mungkin disampaikan
oleh jalan tanah yang basah
dan malam menjelang subuh
kapan kita akan kembali bertemu
tanyamu sambil dengan cemas memungut
daun akasia di tepi jalan itu
kapan daun ini diterbangkan angin
ke tepi telaga sebuah kota
kapan akan sampai di tujuan,
pada alamat di segulung peta tua
yang hampir tak terbaca?
jangan ajari aku menghafal nama jalan asmara
yang mungkin tak ada di peta
jangan sesatkan aku dalam dekapmu
jika yang kaukenang adalah lelaki yang pergi berulang
barangkali gelembung udara
sempat mencatat perjalanan kita
mengaitkan rindu pada rintik-rintik sunyi
yang berbulir di daun akasia
ada bau parfummu
melekat di kemeja putihku

Bandar Lampung 29 Juni 2008

Tidak ada komentar:

Label

A Musthafa A Rodhi Murtadho A Wahyu Kristianto A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Zakky Zulhazmi A.J. Susmana A.S. Laksana Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W. M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Wachid BS Abdullah al-Mustofa Abdullah Khusairi Abdurrahman Wahid Abidah El Khalieqy Abimanyu Abimardha Kurniawan Abroorza A. Yusra Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Achmad Maulani Adek Alwi Adhi Pandoyo Adrian Ramdani Afrizal Malna Agnes Rita Sulistyawati Aguk Irawan Mn Agus R. Sarjono Agus Riadi Agus Subiyakto Agus Sulton Aguslia Hidayah Ahda Imran Ahmad Farid Tuasikal Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Luthfi Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Nurhasim Ahmad Sahidah Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadie Thaha Ahmadun Yosi Herfanda Ainur Rasyid AJ Susmana Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Alan Woods Alex R. Nainggolan Alexander Aur Alexander G.B. Alfian Dippahatang Ali Rif’an Aliela Alimuddin Alit S. Rini Alunk Estohank Ami Herman Amich Alhumami Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Aminudin TH Siregar Ammilya Rostika Sari An. Ismanto Anaz Andaru Ratnasari Andhi Setyo Wibowo Andhika Prayoga Andong Buku #3 Andri Cahyadi Angela Anies Baswedan Anindita S Thayf Anjrah Lelono Broto Anton Kurnia Anton Sudibyo Anwar Holid Anwar Siswadi Aprinus Salam Arie MP Tamba Arif Hidayat Arif Zulkifli Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asvi Warman Adam Awalludin GD Mualif Ayu Utami Azyumardi Azra Babe Derwan Bagja Hidayat Balada Bandung Mawardi Bayu Agustari Adha Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Bernadette Lilia Nova Bernando J. Sujibto Berthold Damshäuser Bhakti Hariani Binhad Nurrohmat Bokor Hutasuhut Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Budi Winarto Buku Kritik Sastra Camelia Mafaza Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cecep Syamsul Hari Cerpen Chamim Kohari Choirul Rikzqa D. Dudu A.R D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damar Juniarto Damhuri Muhammad Damiri Mahmud Dantje S Moeis Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Darmanto Jatman Delvi Yandra Denny JA Denny Mizhar Dewi Anggraeni Dian Basuki Dian Hartati Dian Sukarno Dian Yanuardy Diana AV Sasa Dinar Rahayu Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi Warsidi Edy Firmansyah EH Kartanegara Eka Alam Sari Eka Budianta Eka Kurniawan Ellyn Novellin Elnisya Mahendra Emha Ainun Nadjib Emil Amir Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Evan Ys F. Budi Hardiman Fadly Rahman Fahmi Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fani Ayudea Fariz al-Nizar Faruk HT Fatah Yasin Noor Fatkhul Anas Fatkhul Aziz Film Fitri Yani Franditya Utomo Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Garna Raditya Gde Artawan Geger Riyanto Gendhotwukir George Soedarsono Esthu Gerakan Surah Buku (GSB) Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gunawan Tri Atmojo H. Supriono Muslich H.B. Jassin Hadi Napster Halim H.D. Hamberan Syahbana Hamidah Abdurrachman Han Gagas Hardi Hamzah Haris del Hakim Haris Priyatna Hasan Aspahani Hasan Junus Hasnan Bachtiar Helvy Tiana Rosa Helwatin Najwa Hendra Junaedi Hendra Makmur Hendriyo Widi Ismanto Hepi Andi Bastoni Heri Latief Heri Listianto Herry Firyansyah Heru Untung Leksono Hilal Ahmad Hilyatul Auliya Hudan Hidayat Hudan Nur Husnun N Djuraid I Nyoman Suaka Ibnu Rizal Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi IGK Tribana Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilenk Rembulan Ilham khoiri Imam Jazuli Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budi Santosa Imelda Imron Arlado Imron Tohari Indiar Manggara Indira Margareta Indra Darmawan Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ingki Rinaldi Insaf Albert Tarigan Intan Hs Isbedy Stiawan ZS Ismail Amin Ismi Wahid Ivan Haris Iwan Gunadi Jacob Sumardjo Jafar Fakhrurozi Janual Aidi Javed Paul Syatha Jean-Marie Gustave Le Clezio JJ. Kusni Joko Pinurbo Joko Sandur Joko Widodo Joni Ariadinata Jual Buku Paket Hemat Julika Hasanah Julizar Kasiri Jumari HS Junaidi Jusuf AN Kadir Ruslan Kartika Candra Kasnadi Katrin Bandel Ketut Yuliarsa KH. Ma'ruf Amin Khaerudin Khalil Zuhdy Lawna Kholilul Rohman Ahmad Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Krisandi Dewi Kritik Sastra Kuswinarto Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lenah Susianty Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liston P. Siregar Liza Wahyuninto M Shoim Anwar M. Arman A.Z. M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Harya Ramdhoni M. Latief M. Wildan Habibi M. Yoesoef M.D. Atmaja Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Mahwi Air Tawar Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Maria hartiningsih Maria Serenada Sinurat Maroeli Simbolon S. Sn Marsus Banjarbarat Marwanto Mas Ruscitadewi Masdharmadji Mashuri Masriadi Mawar Kusuma Wulan Max Arifin Melani Budianta Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Mezra E. Pellondou Micky Hidayat Mihar Harahap Misbahus Surur Moh Samsul Arifin Moh. Syafari Firdaus Mohamad Asrori Mulky Mohammad Afifuddin Mohammad Fadlul Rahman Muh Kholid A.S. Muh. Muhlisin Muhajir Arifin Muhamad Sulhanudin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Azka Fahriza Muhammad Rain Muhammad Subhan Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun A.S Muhidin M. Dahlan Musa Ismail Musfi Efrizal Mustafa Ismail Nafi’ah Al-Ma’rab Naskah Teater Nezar Patria Nina Setyawati Nirwan Ahmad Arsuka Noor H. Dee Noval Maliki Nunuy Nurhayati Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurudin Octavio Paz Oliviaks Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Pablo Neruda Pamusuk Eneste Panda MT Siallagan Pandu Jakasurya PDS H.B. Jassin Philipus Parera Pradewi Tri Chatami Pramoedya Ananta Toer Pramono Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi PuJa Puji Santosa Puput Amiranti N Purnawan Andra PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Fajar Arcana Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Sugiarti R. Timur Budi Raja Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Sudirman Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rainer Maria Rilke Raja Ali Haji Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Resensi Revolusi Riadi Ngasiran Ribut Wijoto Ridha al Qadri Ridwan Munawwar Rikobidik Riri Riris K. Toha-Sarumpaet Risang Anom Pujayanto Rizky Andriati Pohan Robert Frost Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Romi Febriyanto Saputro Rosihan Anwar RR Miranda Rudy Policarpus Rukardi S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabam Siagian Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Sainul Hermawan Sajak Sajak Joki Tobing Untuk Widuri Sajak Widuri Untuk Joki Tobing Sakinah Annisa Mariz Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sartika Dian Nuraini Sastra Sastra Gerilyawan Sastri Sunarti Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sejarah Sekolah Literasi Gratis (SLG) SelaSastra SelaSastra ke #24 Selasih Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan Siti Sa’adah Sitok Srengenge Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Sri Wintala Achmad Sri Wulan Rujiati Mulyadi Subhan SD Suci Ayu Latifah Sulaiman Djaya Sulistiyo Suparno Sunaryo Broto Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sunlie Thomas Alexander Sunudyantoro Suriali Andi Kustomo Suryadi Suryansyah Suryanto Sastroatmodjo Susi Ivvaty Susianna Susilowati Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Bahri Syam Sdp Syarif Hidayatullah Tajuddin Noor Ganie Tan Malaka Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Trianton Tengsoe Tjahjono Th Pudjo Widijanto Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Joko Susilo Triyanto Triwikromo Tu-ngang Iskandar Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Umar Kayam Undri Uniawati Universitas Indonesia UU Hamidy Vyan Tashwirul Afkar W Haryanto W.S. Rendra Wahyudin Wannofri Samry Warung Boenga Ketjil Waskiti G Sasongko Wawan Eko Yulianto Wawancara Web Warouw Wijang Wharek Wiko Antoni Wina Bojonegoro Wira Apri Pratiwi Wiratmo Soekito Wishnubroto Widarso Wiwik Hastuti Wiwik Hidayati Wong Wing King WS Rendra Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yani Arifin Sholikin Yesi Devisa Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yosi M. Giri Yusi Avianto Pareanom Yusri Fajar Yusrizal KW Yuval Noah Harari Yuyu AN Krisna Zaki Zubaidi Zalfeni Wimra Zawawi Se Zehan Zareez Zen Hae Zhaenal Fanani Zuarman Ahmad Zulfikar Akbar Zulhasril Nasir